Beberapa kasus yang sering terjadi adalah penggelapan dana, penyalahgunaan wewenang, mark-up proyek dan laporan fiktif.

“Inovasi digital berperan sebagai sistem kekebalan (imunitas), mengintervensi lebih cepat pengelolaan yang tidak efisien dan transparan, medeteksi fraud dan mewujudkan tata kelola desa yang baik,” pengkasnya.

Orasi kedua dibawakan oleh Prof Ria Mardiana dengan judul Rekayasa MSDM Menuju MHC Berbasis K2T (Kompetensi, Talenta dan Komitmen)

Ia menjelaskan bahwa kemunculan revolusi industri 5.0 bukan dalam rangka menggantikan fungsi SDM dengan teknologi melainkan membangun sinergitas dan kolaborasi antar keduanya.

“Organisasi dituntut mentransformasi kebijakan secara masif dalam memperlakukan dan mengelolah SDM sebagai perangkat strategis pendukung meraih keunggulan kompetitif,” ucapnya.

Baca Juga :  Melinda Aksa Munafri Pamerkan Baju Bodo Kontemporer Makassar Dihadapan Ibu Wapres

Karena itu, menurut Prof Ria Mardiana organisasi harus menyiapkan basis data HC berupa tangki kompetensi dan talenta organisasi.

“Perlu juga mengidentifikasi kebutuhan organisasi akan kompetensi dan talenta yang sejalan dengan tuntutan dinamika lingkungan,” simpulnya.

Prof Nurdjanah Hamid menjadi yang ketiga menyampaikan orasi dengan judul The Impact of Strategic Leadership Toward Sustainability Performance Management.

Judul tersebut menelaah bagaimana kepemimpinan strategik mampu mendorong tercapainya kinerja yang berkelanjutan melalui pendekatan penilaian Management by Objective serta pengukuran berbasis Malcolm Badridge Criteria for Performance Excellence.

Prof Nurdjanah Hamid mengatakan bahwa saat ini kita berada dalam era Transformational Leadership dimana pemimpin tidak hanya menjalankan fungsi administrasi, tetapi juga menjadi inspirator, penjaga nilai dan penggerak visi jangka panjang.

Baca Juga :  2 Bupati Perempuan, Andi Ina Kartika Sari dan Sitti Husniah Talenrang Bertemu, Bahas Apa?