Cara paling aman adalah memisahkan pos self-reward sejak awal.
Ria Andriany menyarankan 1–5% dari pendapatan bulanan sebagai dana bahagia.
Jumlah ini kecil, tetapi jika dikelola konsisten, dapat menjadi sumber self-reward yang bebas rasa bersalah.
“Perempuan sering merasa bersalah saat membeli sesuatu untuk dirinya sendiri, dengan pos khusus, rasa bersalah itu hilang karena anggarannya memang disiapkan,” katanya
2. Prioritaskan Pengalaman daripada Barang
Riset McKinsey (2023) yang diterbitkan di mckinsey.com menunjukkan bahwa perempuan milenial dan Gen Z cenderung lebih bahagia ketika membelanjakan uang untuk pengalaman emosional, seperti; spa, workshop, kelas hobi, atau perjalanan singkat dibanding membeli barang.
Pengalaman memberikan dampak psikologis lebih lama dan tidak menumpuk sebagai “barang konsumtif”.
3. Maksimalkan Reward Tanpa Menguras Tabungan
Self-reward tidak harus mahal, banyak perempuan terjebak pada narasi bahwa hadiah berarti pengeluaran besar.
Padahal, hadiah kecil seperti membaca buku baru, membeli kopi favorit, atau beristirahat sehari penuh juga merupakan bentuk penghargaan diri yang valid.
“Yang penting adalah konsistensi merawat diri, bukan nilai uangnya,” ucap Ria Andriany.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.