Nefrolog Tim Pflederer menjelaskan bahwa protein hewani lebih berat diproses, terutama bagi perempuan yang sudah memiliki gangguan ginjal sejak awal.

Sumber nabati seperti kacang-kacangan, kedelai, dan biji-bijian dapat dipilih sebagai alternatif yang lebih ringan bagi ginjal.

2. Penggunaan Suplemen Tanpa Pengawasan

    Pasar suplemen saat ini berkembang pesat dan menawarkan berbagai klaim kesehatan.

    Banyak perempuan merasa harus mengonsumsinya untuk menjaga stamina.

    Padahal, beberapa suplemen dapat berpotensi merusak ginjal, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi.

    Vitamin D, misalnya, dapat menimbulkan masalah baru bagi penderita CKD.

    “Vitamin D dapat berinteraksi dengan pengikat fosfat yang mengandung aluminium pada pasien CKD untuk menurunkan kadar fosfat dalam darah,” kata HaVy Ngo-Hamilton, PharmD.

    Baca Juga :  Jalan Kaki vs Lari, Mana Olahraga Terbaik untuk Perempuan Sibuk?

    “Oleh sebab itu, vitamin D dapat menyebabkan kadar aluminium yang membahayakan penderita CKD,” jelasnya.

    Risiko lainnya muncul dari suplemen kalium atau obat herbal yang mengandung kalium tersembunyi.

    Kandungan ini dapat memicu penumpukan kalium dalam darah.