Ginjal manusia hanya mampu memproses sekitar 0,8–1 liter air per jam.

Ketika jumlah cairan masuk terlalu cepat, kadar natrium dalam darah menurun drastis.

“Ini masalah karena natrium membantu mengatur keseimbangan cairan di dalam dan di luar sel Anda,” jelas para ahli.

Penurunan natrium dapat menyebabkan pembengkakan yang berdampak pada berbagai bagian tubuh, termasuk otak.

Kondisi ini bersifat serius meski jarang terjadi.

Shusterman menyarankan agar minum berdasarkan rasa haus dan memperhatikan warna urine.

Warna kuning pucat menunjukkan hidrasi yang baik.

5. Terlalu Sering Menggunakan NSAID

    Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin dan ibuprofen sering digunakan perempuan untuk meredakan nyeri menstruasi, sakit kepala, atau pegal.

    Baca Juga :  Tanpa Disadari, 5 Makanan Ini Justru ‘Favorit’ Sel Kanker di Dalam Tubuh

    Penggunaan terlalu sering dapat membatasi aliran darah ke ginjal dan menghambat penyaringan.

    “NSAID dapat menurunkan fungsi ginjal dari waktu ke waktu, bahkan pada dosis rendah yang diminum secara rutin,” ujar ahli nyeri, Thomas Pontinen.

    Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama ketika kondisi seperti dehidrasi dan tekanan darah tinggi muncul.

    Karena itu, penggunaan obat pereda nyeri sebaiknya dilakukan saat benar-benar diperlukan.

    Untuk keluhan ringan, peregangan, tidur cukup, kompres hangat atau dingin, dan hidrasi sudah cukup membantu. (*)

    Penulis : Alin Imani