PARAPUANG.com – Liburan akhir tahun hampir selalu menjadi momen paling dinanti, sekaligus paling rawan bagi keuangan pribadi.

Gaji ke-13, bonus, hingga promo besar sering memberi ilusi aman.

Padahal tanpa perencanaan keuangan yang tepat, tabungan terkuras saat kalender berganti.

Banyak orang baru menyadari dampaknya ketika kalender berganti dan saldo rekening menipis.

Situasi inilah yang membuat tips keuangan liburan akhir tahun relevan dibahas, terutama agar momen bahagia tidak berubah menjadi stres finansial.

Dr. (Cand) Ria Andriany R.A., S.H., M.M., RIFA®, CIWP, CPS, seorang finansial planner menegaskan bahwa liburan bukan musuh tabungan, tetapi risiko muncul ketika pengeluaran dilakukan spontan tanpa batas yang jelas.

“Liburan itu sah dan perlu, tetapi harus masuk perencanaan, bukan reaksi sesaat,” ujarnya.

Berikut 5 (lima) tips dari Ria Andriany R.A agar pengeluaran liburan tetap terkendali tanpa mengorbankan tabungan dan tujuan keuangan jangka panjang.

Baca Juga :  Jasa Pembuatan Website dan Aplikasi di Makassar

1. Tetapkan Anggaran Liburan Sejak Awal

    Menetapkan anggaran liburan sejak awal menjadi kunci menjaga keuangan tetap sehat, khususnya untuk penghasilan yang stabil setiap bulan.

    Ia mencontohkan, dari gaji Rp 5 juta, alokasi sekitar 7 persen atau Rp 350 ribu sudah cukup realistis untuk kebutuhan liburan tanpa mengganggu pos wajib seperti kebutuhan harian, tabungan, dan investasi.

    “Pendekatan berbasis persentase membantu pengeluaran tetap terukur dan berfungsi sebagai kontrol psikologis saat godaan diskon dan ajakan liburan bermunculan,” kata Department Head Corporate Banking and E-Business di Bank Sulselbar itu

    2. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

      Liburan sering membuat batas kebutuhan dan keinginan menjadi kabur, karena itu pentingnya ada kesadaran nilai.

      Tidak semua yang menarik perlu dibeli, pengalaman berkualitas bersama keluarga atau orang terdekat sering kali lebih berkesan dibanding destinasi mahal.

      Baca Juga :  Resolusi Keuangan 2026: Cara Menyusun Target Finansial yang Realistis Versi Ria Andriany R.A.

      “Perspektif ini membantu menjaga pengeluaran tetap proporsional tanpa mengurangi makna liburan,” beber Wakil Sekretaris I HIPMI Syariah Sulawesi Selatan itu

      3. Manfaatkan Promo Secara Selektif

        Diskon akhir tahun memang menggoda, tetapi tidak semuanya menguntungkan.

        Promo seharusnya menjadi alat penghemat, bukan alasan menambah belanja.

        Membuat daftar kebutuhan sebelum berburu promo membantu menghindari konsumsi impulsif.

        “Strategi ini sangat relevan bagi Gen Z dan perempuan muda yang sedang membangun literasi finansial dan kontrol diri dalam berbelanja,” saran perempuan yang hobi main golf itu.

        4. Otomatiskan Tabungan Sebelum Liburan

          Menabung di awal selalu lebih efektif dibanding menyisakan uang di akhir.

          Usahakan otomatisasi tabungan begitu pendapatan diterima.

          Cara ini memastikan tujuan jangka panjang seperti dana pendidikan, rumah, atau investasi tetap berjalan meski suasana liburan terasa spesial.

          Baca Juga :  Plus Minus Cashless Lifestyle bagi Perempuan Menurut Ria Andriany RA

          “Tabungan yang diamankan lebih dulu mengurangi risiko kebablasan belanja,” terang perempuan kelahiran Makassar, 26 April 1986 itu.

          5. Siapkan Mental Pasca-Liburan

            Perencanaan keuangan tidak berhenti saat liburan usai.

            Banyak orang lupa memperhitungkan kebutuhan awal tahun, seperti cicilan, sekolah anak, atau target investasi baru.

            Ria Andriany RA menekankan pentingnya menyisakan ruang finansial agar transisi ke tahun berikutnya terasa ringan.

            “Liburan ideal memberi energi baru, bukan kecemasan keuangan baru,” pungkasnya.

            Mengatur pengeluaran liburan sejatinya bukan soal menahan diri secara berlebihan, melainkan mengelola prioritas dengan sadar.

            Perencanaan keuangan yang bijak memungkinkan liburan tetap dinikmati, tabungan tetap aman, dan tujuan finansial jangka panjang tidak terganggu.

            Akhir tahun pun bisa ditutup dengan rasa lega, bukan penyesalan melihat laporan keuangan pribadi. (*)

            Penulis : Nurwahida