PARAPUANG.com, Makassar – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, turut menghadiri pembukaan Karya Kreatif Sulawesi Selatan (KKS) 2025 yang digelar di Atrium Mal Ratu Indah, pada Kamis malam, 24 Juli 2025.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian pra-event menuju Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025, sebuah inisiatif tahunan dari Bank Indonesia (BI) yang telah berlangsung sejak 2016.

Melalui KKS, BI Perwakilan Sulsel mendorong pelaku UMKM lokal untuk meningkatkan kualitas produk, terutama dalam bidang wastra tradisional, agar mampu bersaing di pasar nasional hingga menembus pasar internasional.

Dengan mengusung tema “Wastra Heritage Market”, KKS 2025 berkolaborasi dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Makassar, wadah para desainer muda yang aktif mempromosikan busana lokal bernilai budaya tinggi.

Baca Juga :  Perkuat Toleransi Lintas Agama di Sulsel, Andi Rachmatika Dewi Hadiri Open House Sannipata Permabudhi

Ajang ini menjadi panggung bagi karya-karya wastra Sulsel, yang dikemas dalam format modern melalui peragaan busana dan pameran UMKM kreatif.

Andi Rachmatika Dewi, menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan UMKM khususnya di Sulsel.

Politisi Partai Nasdem itu menegaskan pentingnya peran lintas sektor, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat untuk mengangkat derajat produk lokal agar tidak hanya eksis di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.

“Wastra Sulsel adalah warisan budaya yang kaya makna, kita perlu menjaga, mengembangkan dan mempromosikannya agar generasi muda bangga terhadap identitas daerahnya,” ujarnya.

Acara pembukaan KKS 2025 turut dimeriahkan dengan fashion show bertema wastra kontemporer, serta pameran produk-produk unggulan UMKM dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Baca Juga :  Ratnawati Arif Sambut Dandim Baru Kodim 1424 Sinjai, Puji Dedikasi Komandan Sebelumnya

Kehadiran Ketua DPRD Sulsel menjadi simbol dukungan nyata terhadap pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal.

Dirinya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan di daerah. (*)

Penulis : Nurwahida