PARAPUANG.com – Kesehatan tubuh di 10 hari terakhir Ramadhan penting diperhatikan, terutama bagi perempuan yang tetap menjalani berbagai aktivitas rumah tangga, pekerjaan, hingga ibadah.
Masa ini dikenal sebagai waktu paling istimewa untuk memperbanyak amal, mulai dari salat malam, tadarus Al-Qur’an, hingga i’tikaf di masjid.
Tubuh yang bugar akan membantu ibadah dijalankan dengan lebih khusyuk tanpa mudah merasa lelah.
Sepuluh hari terakhir Ramadan sering kali menjadi fase paling melelahkan.
Perubahan pola tidur akibat sahur, aktivitas harian, serta ibadah malam yang lebih intens membuat banyak orang mulai kehilangan stamina.
Padahal, periode ini justru menjadi kesempatan berharga untuk memperbanyak pahala.
Menjaga keseimbangan antara kesehatan dan ibadah menjadi kunci agar semangat spiritual tetap terjaga hingga akhir Ramadan.
Pola makan sehat menjadi langkah pertama yang perlu diperhatikan.
Asupan bergizi saat sahur dan berbuka membantu tubuh tetap kuat selama berpuasa.
Karbohidrat kompleks, protein, sayur, buah, serta vitamin dan mineral penting mampu menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.
Air putih juga berperan besar dalam menjaga kondisi tubuh.
Kebutuhan cairan sebaiknya dipenuhi secara bertahap sejak berbuka hingga sahur agar tubuh terhindar dari dehidrasi.
Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan membuat aktivitas ibadah terasa lebih ringan.
Informasi dari ayosehat.kemkes.go.id menyebutkan bahwa pola makan bergizi seimbang serta kecukupan cairan merupakan kunci menjaga kesehatan selama Ramadhan.
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai atau peregangan juga dianjurkan agar kebugaran tubuh tetap terjaga.
Istirahat yang cukup tidak kalah penting.
Tubuh membutuhkan waktu pemulihan setelah menjalani aktivitas sepanjang hari dan ibadah malam.
Tidur yang berkualitas membantu menjaga konsentrasi, energi, serta suasana hati tetap stabil.
Kajian keislaman juga menegaskan keistimewaan sepuluh malam terakhir Ramadhan.
NU Online menyebutkan bahwa Rasulullah SAW meningkatkan kesungguhan ibadah pada periode tersebut dibanding hari-hari sebelumnya.
Momentum ini menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Perempuan yang mampu menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas ibadah berpeluang menutup Ramadan dengan penuh keberkahan.
Pola hidup sehat, manajemen energi, serta niat ibadah yang tulus dapat membantu menjalani hari-hari terakhir Ramadan dengan lebih bermakna. (*)
PENULIS : Dwi Ayu Artantiati Putri
