“Kami akan melakukan aksi secara damai. Kalau ada yang menyebut aksi ini makar atau terorisme, justru itu ancaman bagi demokrasi,” tegas orator tersebut.
Sebelumnya, Aliansi Perempuan Indonesia telah mengumumkan aksi bertajuk “Perempuan Melawan Kekerasan Negara”.
Dalam pernyataannya, mereka menegaskan tuntutan utama ditujukan kepada DPR RI dan Presiden Prabowo Subianto agar segera menghentikan segala bentuk kekerasan yang dilakukan negara terhadap masyarakat.
Dengan nuansa pink yang mendominasi, aksi ini bukan hanya sekadar demonstrasi, melainkan juga simbol perlawanan dan harapan bahwa suara perempuan tidak bisa lagi diabaikan.(*)
Penulis : Risanti
Halaman
1 2

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.