Sinergi antara pusat dan daerah dalam mempromosikan budaya lokal menjadi bagian dari upaya menjadikan Makassar sebagai kota yang terbuka terhadap keragaman budaya sekaligus melestarikan kearifan lokal.

Aliyah Mustika Ilham menekankan bahwa Makassar berkomitmen untuk menciptakan ruang-ruang budaya yang inklusif dan aman bagi seluruh masyarakat, termasuk generasi muda, agar mereka dapat mengenal dan mencintai warisan budaya daerah.

“Kami ingin budaya Makassar tidak hanya hidup di masa kini, tetapi juga berkelanjutan untuk generasi mendatang,” ujar perempuan kelahiran 30 Maret 1969 itu.

Pemerintah Kota Makassar terus mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan budaya, sebagai bagian dari strategi pembangunan yang berkelanjutan dan berfokus pada pelestarian nilai-nilai luhur masyarakat lokal.

Baca Juga :  Rimaya Skin Dorong Gaya Hidup Sehat dan Cantik Perempuan Lewat Zumba dan Line Dance

Program-program kolaboratif dengan pemerintah pusat seperti ini diharapkan mampu memperkuat sektor kebudayaan sebagai pilar penting dalam pembangunan kota yang maju dan berdaya saing.

Hadir dalam pertemuan itu, Pj. Sekretaris Daerah Kota Makassar, Nielma Palamba, Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Yayuk Sri Budi Rahayu, Kepala Bagian Umum MCB, Muhammad Ikbal, Direktur Eksekutif Badan Pengelola Usaha MCB ,Indira Estiyantin Nurjadin, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX, Sintariyo Danuhadiningrat dan Kasubbag Umum Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX, Rosdyana,

Selain itu hadir pula sejumlah pemerhati dan pelaku budaya di Kota Makassar, yang menunjukkan antusiasme terhadap sinergi budaya yang diinisiasi oleh pemerintah pusat dan daerah.(*)

Baca Juga :  Buka Pelatihan Batik Lontara, Melinda Aksa Ingin Cetak Perajin Baru Wastra Khas Makassar

Penulis : Nurwahida