PARAPUANG.com, Makassar – Makassar kembali diguncang keresahan akibat maraknya aksi premanisme yang mengganggu ketenteraman warga.

Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Tenri Uji Idris, menyuarakan kegeraman sekaligus mendesak Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk segera mengambil langkah cepat dan tegas agar situasi kembali aman.

Kasus terbaru terjadi di Kelurahan Eja Beru, Kecamatan Tallo, Senin malam, 22 September 2025, ketika bentrokan antarwarga pecah hingga memakan korban.

Seorang perempuan terkena busur di bagian leher belakang, sementara seorang pria mengalami luka serius di area kelopak mata.

Bahkan 2 unit motor dan Lima rumah warga hangus terbakar, memperkuat rasa takut masyarakat yang belakangan enggan beraktivitas pada malam hari.

Baca Juga :  Wujudkan Generasi Cerdas, Melinda Aksa Gaungkan Kewajiban PAUD bagi Anak Makassar

Lewat akun Instagram pribadinya, @anditenriujii, politisi PDIP ini mengunggah video korban tawuran dan menyampaikan pesan tulus sekaligus mendesak pemimpin kota untuk hadir mendengarkan keresahan warganya.

“Teruntuk Bpk Walikota @munafriarifuddin @appi_mika yang saya sangat hormati,

Mohon lihat ke bawah pak, masyarakat Kota Makassar tidak baik-baik saja.

Hatinya resah, jiwanya takut. Kejahatan dimana-mana.” tulis Andi Tenri Uji.

Ketua Banteng Muda Kota Makassar itu menilai kondisi ini telah memengaruhi kualitas hidup masyarakat.

“Banyak warga kini waspada membawa barang berharga bahkan membatasi aktivitas malam karena takut menjadi sasaran kejahatan,” ucapnya.

Baca Juga :  Kembali ke Parlemen, Ini Komitmen Apiaty K. Amin Syam untuk Masyarakat Makassar

Menurutnya, hal ini bertolak belakang dengan cita-cita mewujudkan Makassar Mulia, sebuah kota yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua.

Andi Tenri Uji menegaskan, pemerintah perlu mengambil langkah konkret dengan melibatkan aparat keamanan dan elemen masyarakat agar masalah premanisme segera teratasi.

“Aksi premanisme tak dapat ditolerir di Kota Ini. Kami, butuh perlindungan pak,” lanjutnya.

Perempuan kelahiran 28 Mei 1984 ini menutup seruannya dengan harapan agar warga Makassar bisa kembali hidup damai, berjalan tanpa rasa takut, bekerja tanpa dihantui ancaman, dan menikmati malam kota dengan rasa aman.

“Mohon kiranya, kejadian yang meresahkan warga belakangan ini menjadi perhatian utama bapak, agar kami bisa beraktifitas dengan nyaman dan aman.

Baca Juga :  Andi Rachmatika Dewi Ikut Aksi Damai, Serukan Demokrasi Tanpa Kekerasan

Kami ingin Makassar Mulia, yang jauh dari kata Bahaya,” pintanya.

Seruan ini mendapat respon dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin yang langsung mengunjungi lokasi bentrok warga untuk berdialog dengan warga dan mencari solusi. (*)

Penulis : Alin Imani