PARAPUANG.com – Angelina Jolie kembali menarik perhatian dunia internasional usai mengunjungi perbatasan Rafah di Mesir, Jumat, 2 Januari 2026.

Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung distribusi bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Jalur Gaza yang tengah berada dalam situasi krisis serius.

Aktris Hollywood sekaligus aktivis kemanusiaan itu tampak berada di garis depan penyaluran bantuan bersama relawan Bulan Sabit Merah Mesir.

Interaksi hangat juga terjalin antara Angelina Jolie dan para petugas kemanusiaan yang selama ini bekerja di tengah tekanan, keterbatasan, serta risiko tinggi di kawasan perbatasan.

Kedatangan mantan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut didampingi delegasi dari Amerika Serikat.

Sejumlah pejabat lokal serta aktivis kemanusiaan turut menyambut dan mendampingi agenda kunjungan tersebut.

Baca Juga :  Resolusi Keuangan 2026: Cara Menyusun Target Finansial yang Realistis Versi Ria Andriany R.A.

Rasa hormat dan apresiasi disampaikan perempuan kelahiran Los Angeles, 4 Juni 1975 itu kepada para relawan yang terus bertahan membantu korban konflik.

“Saya merasa sangat terhormat dapat bertemu langsung dengan para relawan bantuan yang berada di garis depan,” ujarnya, seperti dikutip dari AFP.

Para relawan memanfaatkan momen pertemuan itu untuk menyampaikan kondisi terkini di lapangan.

Salah satu persoalan utama yang diungkap ialah masih tertahannya ribuan truk bantuan di kawasan perbatasan Rafah.

Bantuan tersebut belum sepenuhnya dapat masuk ke Gaza akibat pembatasan akses serta proses perizinan yang ketat.

Sejumlah laporan menyebutkan, fokus utama kunjungan Jolie terbagi ke dua agenda penting.

Pertama, meninjau langsung penanganan warga Palestina yang terluka dan telah dievakuasi ke rumah sakit di Mesir.

Baca Juga :  Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Serahkan Santunan untuk Keluarga Korban Bencana Sosial

Kedua, memantau hambatan logistik serta birokrasi yang menghambat distribusi bantuan ke wilayah Gaza yang terdampak parah.

Penyeberangan Rafah sejatinya sempat dijanjikan dibuka berdasarkan kesepakatan gencatan senjata.

Realisasi di lapangan masih terbatas dan kerap disertai penutupan sementara, sehingga memperlambat arus bantuan.

Momentum kunjungan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan internasional.

Sebelumnya, tujuh negara, termasuk Mesir dan Arab Saudi, mengeluarkan pernyataan bersama yang mendesak komunitas global agar menekan Israel untuk melonggarkan pembatasan distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Isu Rafah juga sempat memicu ketegangan diplomatik pada awal Desember lalu.

Pemerintah Israel kala itu menyatakan gerbang Rafah hanya dibuka bagi warga yang ingin keluar dari Gaza.

Baca Juga :  Prof Nurlina Subair Bagikan Kisah Nyata Bangkit Dua Kali dari Kanker Payudara

Pernyataan tersebut langsung dibantah oleh otoritas Mesir.

Kehadiran Angelina Jolie kembali menegaskan konsistensinya di jalur kemanusiaan global.

Meski telah mengakhiri perannya sebagai Utusan Khusus UNHCR pada akhir 2022 setelah lebih dari dua dekade mengabdi, Jolie tetap aktif memperjuangkan hak-hak korban konflik secara independen. (*)

Penulis : Ayu Fitriana