Menurutnya, perempuan Makassar, terutama pengurus PKK, harus kuat tidak hanya secara sosial tetapi juga spiritual.

“Kami ingin perempuan tangguh, tidak hanya di rumah dan masyarakat, tetapi juga dalam iman dan akhlak,” tambah Melinda Aksa.
Dalam sesi tausiahnya, Angelina Sondakh membagikan perjalanan hidup yang penuh liku, mulai dari menjadi mualaf hingga menjalani masa tahanan selama 10 tahun.
Perempuan kelahiran 28 Desember 1977 itu mengaku masa-masa kelam itu justru membawanya lebih dekat dengan Al-Qur’an.
“Saat berada di titik tergelap dalam hidup, Allah SWT justru hadir paling dekat, saya menghafal 15 juz Al-Qur’an di balik jeruji. Itu cahaya-Nya,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Putri Indonesia 2001 itu menyampaikan bahwa hijrah bukanlah sekadar perubahan tampilan, tapi proses seumur hidup yang sarat ujian.
Dia mengajak para ibu terutama pengurus PKK untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membentuk karakter keluarga dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.