PARAPUANG.com – Anisa Bahar kembali menjadi perbincangan publik seiring ramainya isu anak yang sempat tidak diakui orang tua biologis.
Nama pedangdut senior ini ikut disorot setelah kasus serupa menyeret penyanyi Denada dan Ressa Rizky Rossano.
Isu Denada yang akhirnya mengakui Ressa sebagai anak kandungnya memantik ingatan publik pada kisah lama Anisa Bahar dan putrinya, Juwita Bahar.
Peristiwa tersebut mencuat pada 2003, saat karier Anisa sedang berada di puncak popularitas.
Sorotan itu kembali menguat setelah Anisa Bahar tampil sebagai bintang tamu di program Pagi Pagi Ambyar.
Ia secara terbuka mengakui pernah tidak mengumumkan status Juwita sebagai anak kandungnya kepada publik.
Meski demikian, Anisa menegaskan bahwa kasusnya tidak bisa disamakan dengan polemik Denada dan Ressa yang kini ramai dibahas.
“Pernah (tidak mengakui), tapi ini beda kasus ya. Ini kan (Denada dan Ressa) ketemu kan sudah besar,” tutur Anisa Bahar.
Perempuan kelahiran Jakarta, 25 November 1976 itu menjelaskan bahwa kehadirannya tetap ada dalam kehidupan Juwita sejak kecil.
Ia menyebut hubungan ibu dan anak tersebut tetap terjalin, meski tidak disampaikan secara terbuka ke publik.
“Juwi kan dari kecil dan sebenarnya sama Mama, sering ketemu nggak? Sering di rumah Mama nggak? Sebenarnya Juwi tuh ada di saya juga waktu itu,” bebernya.
Situasi pekerjaan menjadi alasan utama Anisa menyembunyikan fakta tersebut.
Kontrak kerja yang mengikat membuatnya tidak leluasa mengungkap kehidupan pribadi ke media.
“Cuma nggak tahu kenapa dipelintir seakan-akan saya tidak mengakui, kalau memang saya di media itu karena saya masih ada kontrak kerja,” lanjutnya.
Anisa juga mengakui beban batin yang ia rasakan selama menyimpan kenyataan tersebut.
Rasa tersiksa muncul karena tidak bisa menyampaikan kebenaran secara terbuka kepada publik.
Waktu akhirnya membuktikan hubungan keduanya tetap utuh.
Kini, Anisa Bahar dan Juwita Bahar dikenal memiliki relasi ibu dan anak yang hangat dan harmonis, jauh dari konflik yang pernah menyeruak di masa lalu. (*)
Penulis : Alin Imani

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.