Dimana para pasangan calon pengantin didorong untuk lebih bangga menampilkan kekayaan budaya lokal.
“Penggunaan baju adat, tarian tradisional dan kuliner khas daerah menjadi langkah nyata dalam melestarikan warisan budaya,” katanya.
Kedua adalah pesta pernikahan membuka peluang besar bagi pelaku UMKM di sektor pernikahan seperti desainer busana adat, penyedia katering tradisional, hingga dekorasi handmade.
“Pemerintah Kota Makassar terus mendorong agar UMKM naik kelas dan bersaing di pasar profesional,” ucap Aliyah Mustika Ilham
Ketiga, politisi Partai Demokrat itu mengajak masyarakat mengadopsi konsep eco-wedding dengan menggunakan bahan daur ulang, produk lokal, serta mengurangi sampah plastik dalam penyelenggaraan pesta pernikahan.
Gaya hidup ramah lingkungan ini dinilai penting dalam mendukung keberlanjutan bumi.
“Pernikahan yang baik bukan hanya megah, tapi juga bermakna, budaya harus hidup, ekonomi harus bergerak dan lingkungan harus dijaga,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, perempuan kelahiran 30 Maret 1969 menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal melalui momentum pernikahan.
“Mari kita jadikan budaya sebagai kekuatan, tampilkan dengan bangga dalam setiap perayaan, bersama kita wujudkan Makassar yang Unggul, Berbudaya dan Berkelanjutan,” tutupnya. (*)
Penulis : Risanti

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.