“Sebenarnya tidak emosi, hanya supaya orang itu tidak mencatut nama saya lagi. Kalau memang benar ya saya katakan benar, kalau tidak ya saya katakan tidak,” tegasnya.
Pelaku diketahui bernama Budi, warga Kediri, Jawa Timur. Ia mengaku pernah menerima uang dari warga yang ingin menjadi ASN. Meskipun uang itu diklaim telah dikembalikan, Endah menegaskan bahwa tindakan tersebut tetap merupakan bentuk penipuan.
Yang lebih mencengangkan, Budi bahkan sempat mengaku sebagai anggota Brimob dan Badan Intelijen Negara (BIN) saat diinterogasi Endah Subekti Sulistyarini.
“Saya tanya mana seragamnya, dia bilang Brimob yang sedang tugas di luar. Tapi dari hasil penelusuran, dia juga terlibat dalam kasus penggelapan mobil rental,” ungkap alumnus program magister Universitas Diponegoro, Semarang itu.
Dirinya mengecam keras tindakan pelaku yang bukan warga lokal namun menjadikan masyarakat Gunungkidul sebagai sasaran. Ia menegaskan bahwa Gunungkidul tidak boleh menjadi tempat ‘drop-dropan’ penjahat dari luar daerah.
“Ini tidak boleh terjadi, kita tidak bisa menerima drop-dropan bandit dari luar Gunungkidul,” tegasnya.
Tak hanya kasus ini, Endah Subekti Sulistyarini juga tengah melacak pelaku lain yang mencatut namanya dalam urusan penataan jabatan ASN, termasuk untuk urusan promosi dan rotasi jabatan.
“Sudah ada satu lagi yang terindikasi mencatut nama bupati untuk urusan jabatan. Kami sudah kantongi video buktinya,” tambahnya.
Langkah tegas ini diambil mantan Ketua DPRD Gunungkidul itu untuk melindungi nama baiknya dan menjaga kepercayaan publik, sekaligus memberikan efek jera bagi para penipu yang bermain dengan cara-cara kotor. (*)
Penulis : Nurwahida

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.