PARAPUANG.com, Makassar – Duka mendalam masih menyelimuti Kota Makassar usai tragedi kebakaran yang melahap Gedung DPRD pada Jumat malam, 29 Agustus 2025.

Musibah ini tidak hanya meruntuhkan simbol rumah demokrasi, tetapi juga merenggut nyawa sejumlah pegawai yang selama ini mengabdikan diri untuk pelayanan masyarakat.

Anggota DPRD Kota Makassar dari Partai Golkar, drg. Eshin Usami Nur Rahman, S.KG, turut meluapkan kesedihan sekaligus harapan lewat unggahan di Story akun Instagram pribadinya, @eshinusami.official.

Perempuan kelahiran Makassar, 11 Desember 2001 itu menegaskan bahwa meski luka begitu dalam, semangat untuk membangun kota tidak boleh padam.

Eshin Usami juga mengungkapkan rasa terima kasih atas doa, simpati, dan perhatian masyarakat yang terus menguatkan di tengah cobaan besar ini.

Baca Juga :  Pokja I PKK Makassar Tegaskan Komitmen Stop Perkawinan Anak, Sosialisasikan CEPAK

Ia menegaskan, amanah rakyat tidak boleh terhenti oleh musibah. Demokrasi, menurutnya, harus tetap berjalan demi masa depan Makassar yang lebih baik.

Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, yang membidangi Kesejahteraan Masyarakat itu pun mengajak seluruh warga untuk menjaga persatuan serta membangun kembali kota dengan semangat kebersamaan, bukan dengan amarah, melainkan dengan cinta, pengabdian, dan tanggung jawab.

Berikut ini narasi lengkap unggahan tersebut;

Dalam duka yang mendalam, kita kehilangan staf atau pegawai terbaik Kota Makassar atas musibah besar yang menimpa kita peristiwa Jumat Malam, 29 Agustus 2025. Luka ini semakin terasa karena Gedung DPRD Kota Makassar, rumah demokrasi kita, turut dilahap api. Bukan hanya raga yang tiada, namun duka ini membekas di relung hati banyak orang.

Ucapan terima kasih kami sampaikan atas doa, simpati dan perhatian yang menguatkan di tengah musibah ini. Kami memahami bahwa membangun Kota Makassar adalah perjuangan yang tidak mudah. Jalan ini penuh tantangan, ujian bahkan pengorbanan. Namun, sesuai amanah yang dipegang, kami tidak boleh berhenti. Demokrasi tetap harus berjalan dan suara yang dipercayakan tidak boleh redup oleh musibah.

Kami berkomitmen melanjutkan kerja-kerja kerakyatan dengan tetap menjunjung tinggi etika dan moralitas. Kritik, masukan, bahkan perbedaan pandangan dari masyarakat adalah bagian dari demokrasi yang sehat, tetapi kita semua sepakat masa depan Makassar tidak boleh dibangun dengan anarki, intimidasi atau kekerasan.

Mari kita rawat persatuan dan dan membangun kembali Makassar dengan semangat kebersamaan. Bukan dengan membakar atau merusak, melainkan dengan cinta, pengabdian dan tanggung jawab.

Semoga Allah SWT menganugerahkan kekuatan yang tak tergoyahkan kepada kita, serta menanungi Kota Makassar dari musibah di masa depan. Dari luka yang kita derita hari ini, akan lahir semangat baru untuk bangkit lebih kokoh dan bermartabat.

Tertanda
drg. Eshin Usami Nur Rahman, S.KG
(*)

Penulis : Nurwahida

Baca Juga :  Andi Tenri Uji Desak Wali Kota Makassar Tindak Tegas Aksi Premanisme