Selain itu, posisi tidur telentang dan pola tidur tidak teratur juga meningkatkan risiko tidur terganggu.

Penelitian lintas budaya menunjukkan bahwa keyakinan terkait makhluk halus turut memengaruhi intensitas dan frekuensi episode ketindihan.

Riset di Mesir dan Italia menemukan bahwa mereka yang percaya hal ini sebagai gangguan makhluk halus mengalami episode lebih sering, lebih lama lamanya, dan efek ketakutan yang lebih berat.

Inilah yang disebut efek nocebo budaya, di mana keyakinan negatif memperburuk gejalanya.

Penjelasan Ilmiah vs. Mistis

Para ahli RRI dan CNN Indonesia menegaskan, ketindihan adalah gangguan neurologis saat transisi dari tidur REM, bukan serangan jin atau makhluk halus.

Ketidakharmonisan antara mekanisme otak dan tubuh menjadi penyebab utama.

Baca Juga :  Ingin Kulit Muda dan Glowing? Cobalah Treatment Laser Glowing dari dr Tronny Astriningdyah