Buxton juga memperingatkan tentang keberadaan “hotspot berbahaya” atau evil twin, yaitu jaringan palsu yang dibuat dengan nama mirip jaringan resmi.
Contohnya, jaringan “GoodNight Inn” yang sekilas terlihat sama dengan “Goodnight Inn” milik hotel.
“Jika salah memilih jaringan, Anda bisa langsung terhubung ke Wi-Fi palsu yang dirancang untuk mencuri data,” tambahnya.
Peringatan yang sama sebelumnya juga disampaikan oleh Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) di Amerika Serikat.
Penumpang pesawat diminta menghindari Wi-Fi gratis bandara dan titik pengisian daya umum untuk mencegah pencurian data.
Google menyarankan perempuan untuk memantau rekening bank dan laporan kredit secara berkala untuk mengetahui tanda-tanda aktivitas mencurigakan.
Sementara itu, pakar keamanan Forbes, Zak Doffman, memberikan beberapa langkah pencegahan sederhana, diantaranya; matikan fitur koneksi otomatis ke jaringan publik, pastikan jaringan yang digunakan terenkripsi, cek apakah jaringan tersebut benar-benar resmi milik hotel, kafe, atau tempat publik dan gunakan VPN berbayar yang direkomendasikan pengembang tepercaya, bukan versi gratis. (*)
Penulis : Alin Imani

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.