PARAPUANG.com, Makassar – HUT IWAPI ke-51 menjadi momentum penting bagi pengusaha perempuan untuk memperkuat transformasi digital dan kolaborasi lintas sektor.

Sejumlah pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia (IWAPI) Sulawesi Selatan mengikuti perayaan HUT IWAPI ke-51 secara daring, Selasa, 19 Februari 2026.

Para pengurus DPD IWAPI Sulsel berkumpul di Ballroom Teratai, Hotel Horison Ultima Makassar mengenakan seragam resmi IWAPI bernuansa putih dipadukan jas biru organisasi.

Perayaan nasional HUT IWAPI ke-51 sendiri dipusatkan di Nusantara Room Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) .

Perayaan HUT ke-51 IWAPI secara resmi dibuka oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman bersama Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu,
Kehadiran keduanya menandai kuatnya dukungan pemerintah terhadap penguatan pengusaha perempuan.

Tema peringatan tahun ini, “Memperkuat Fondasi Transformasi Digital Ekonomi Perempuan Melalui Sinergi Lintas Sektor Menuju Indonesia Emas 2045,” dinilai sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi pengusaha perempuan saat ini.

Baca Juga :  Pengurus DPD HWK Sulsel Kunjungi Sentra IKM Tenun Bulukumba, Dukung Pemberdayaan Perempuan dan UMKM Lokal

Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) IWAPI, Ir Nita Yudi, MBA mengatakan bahwa digitalisasi masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi perempuan pelaku usaha.

“Masalah perempuan pengusaha sampai hari ini adalah digitalisasi, karena itu di usia IWAPI yang ke-51 tahun, kita mendorong perempuan-perempuan untuk terus bertransformasi ke digital,” ujarnya.

Usia IWAPI yang semakin matang dianggap sebagai modal kuat untuk melangkah lebih jauh.

Perempuan kelahiran Jakarta, 22 Juni 1964 itu menilai tantangan akan terasa lebih ringan apabila pengusaha perempuan mau terus belajar dan memanfaatkan berbagai program pemerintah yang kini semakin terbuka.

“Tantangan terbesar sebenarnya tidak ada karena pemerintah baru meluncurkan KUR (Kredit Usaha Rakyat) kekinian. Ini program pemerintah yang lebih dipermudah untuk menaikkan kelas pengusaha perempuan agar berdaya saing dan bisa masuk ke pasar global, bukan hanya lokal,” jelasnya.

Baca Juga :  Semarakkan HUT IWAPI ke-51, IWAPI Sulsel Gelar Talkshow Kanker, Edukasi Perempuan Berani Deteksi Dini

Transformasi digital, menurut Nita Yudi, belum cukup tanpa kolaborasi lintas sektor.

Sinergi dinilai penting agar ekosistem usaha perempuan tumbuh kuat dan inklusif.

“Kalau mau naik kelas, harus lintas sektor, kolaborasi lintas sektor. Tema ini kami godok sesuai dengan kebijakan pemerintah tentang kolaborasi ekonomi inklusif, transformasi digital, dan daya saing,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD IWAPI Sulsel, Dr. apt. Ainun Jariah, S.Farm., M.Kes menyebut HUT ke-51 menjadi momentum penting untuk merefleksikan sekaligus menegaskan arah perjuangan IWAPI ke depan.

“Transformasi digital kini bukan lagi sekadar opsi, tetapi kebutuhan mutlak bagi perempuan pelaku usaha agar mampu bertahan dan bersaing di pasar global,” tegasnya.

Baca Juga :  Fatmawati Rusdi Tegaskan Komitmen Kolaborasi Pemprov Sulsel dalam Acara Silaturahmi Gerindra

Sejalan dengan itu, Ainun Jariah menilai digitalisasi menjadi fondasi strategis untuk memperluas jangkauan pasar, memperkuat daya saing, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi perempuan.

“Kami berkomitmen menjadikan IWAPI Sulsel menjadi ruang belajar, bertumbuh, dan berkolaborasi agar mampu mengantarkan perempuan pelaku usaha sebagai bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Owner Balla Kanrejawa itu juga menyampaikan bahwa selama setahun terakhir, IWAPI Sulsel aktif menggelar berbagai kegiatan.

Seperti, program pelatihan membatik, pembuatan roti sehat, hingga kegiatan sosial, keagamaan, pendidikan, serta pemberdayaan perempuan terus digalakkan.

Perayaan HUT IWAPI ke-51 turut diisi sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perwakilan Bank BRI.

Program ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi pengusaha perempuan untuk naik kelas dan memperluas usaha.(*)

Penulis : Nurwahida