PARAPUANG.com, Makassar – Pemahaman keragaman kepribadian menjadi kunci membangun komunikasi dan kerja tim yang solid.

Hal tersebut mengemuka dalam Workshop “Succeed with Personality Diversity” yang digelar DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 22 Desember 2025, bertempat di Manggabarani Ballroom, Hyatt Place Makassar, Jalan Jenderal Sudirman No. 31.

Workshop tersebut menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I DPD PIM Sulsel.

Ketua DPD PIM Sulsel, Ida Farida Noer, sebagai pemateri menekankan pentingnya memahami perbedaan kepribadian sebagai fondasi komunikasi yang sehat, baik di lingkungan personal maupun profesional.

“Workshop ini mengangkat pendekatan Colors Code sebagai alat untuk mengenali pola kepribadian manusia,” katanya.

Peserta diajak memahami bahwa setiap individu memiliki kebutuhan, cara berpikir, serta gaya komunikasi yang berbeda-beda.

Pendekatan edukatif dan aplikatif menjadi ciri utama sesi ini. Komunikasi dipahami bukan hanya soal berbicara atau menulis, tetapi juga kemampuan mendengarkan dan memahami pesan secara utuh.

Materi komunikasi dianalogikan sebagai segitiga api yang terdiri dari bahan bakar, panas, dan oksigen.

Ketiga unsur tersebut harus hadir seimbang agar komunikasi berjalan efektif serta terhindar dari konflik dan kesalahpahaman.

Baca Juga :  Andi Tenri Uji Desak Wali Kota Makassar Tindak Tegas Aksi Premanisme

Konsep Colors Code merujuk pada empat pola perilaku manusia yang telah dikenal sejak peradaban Yunani Kuno, yakni Choleric, Sanguine, Melancholic, dan Phlegmatic, sebagaimana dikembangkan sejak era Aristoteles pada 432 sebelum Masehi.

Workshop ini juga menegaskan perbedaan antara kepribadian dan karakter.

Kepribadian dipahami sebagai sifat alami yang memengaruhi respons spontan, gaya komunikasi, serta zona nyaman seseorang.

Sementara karakter terbentuk melalui proses kehidupan, seperti lingkungan keluarga, pendidikan, budaya, nilai moral, dan kesadaran diri dalam mengelola potensi maupun keterbatasan.

Mengenali Potensi dan Hambatan Diri

Peserta diajari mengenali tipe kepribadian masing-masing, termasuk kekuatan utama, potensi penghambat, serta bentuk penghargaan yang dibutuhkan dalam kerja tim.

Pendekatan ini bertujuan mendorong refleksi diri, bukan memberi label.

“Workshop ini juga menekankan sejumlah hal yang perlu dihindari, seperti menyimpulkan kepribadian tanpa asesmen, memanipulasi e-color untuk kepentingan tertentu, hingga melakukan diskriminasi atau penugasan kerja berdasarkan warna kepribadian,” jelas Ida Farida Noer

Alumni Queensland University of Technology, Australia itu mengemukakan bahwa prinsip utama yang ditekankan ialah memperlakukan orang lain bukan hanya sebagaimana kita ingin diperlakukan, tetapi sebagaimana mereka ingin diperlakukan.

Baca Juga :  Andi Rachmatika Dewi Temui Kepala BNN RI Bahas Sinergitas Pemberantasan Narkoba di Sulsel

Kenali Tipe Kepribadian Berdasarkan Warna

Kepribadian berdasarkan warna dinilai mampu membantu seseorang memahami karakter diri dan orang lain.

Pendekatan ini kerap digunakan pada pelatihan kepemimpinan, pengembangan diri, hingga sesi pengenalan tim kerja.

Setiap warna menggambarkan kecenderungan sikap, cara berpikir, hingga pola mengambil keputusan.

“Pemahaman ini penting karena dapat membantu meningkatkan komunikasi, mengelola emosi, serta memaksimalkan potensi diri dalam kehidupan sehari-hari,” beber Ida Farida Noer

1. Kepribadian Merah: Cepat dan Memberi Perintah

    Kepribadian merah dikenal praktis, berkemauan keras, dan sangat tegas.

    Sosok ini efisien, mandiri, menyukai perubahan, serta memiliki semangat bersaing tinggi.

    Dorongan ego yang kuat membuat tipe merah kerap tampil sebagai pemimpin alami.

    Namun, karakter dominan juga menjadi tantangan.

    Sifat pemaksa, tidak sabar, agresif, hingga terkesan kasar dapat menghambat hubungan sosial apabila tidak dikendalikan dengan baik.

    2. Kepribadian Hijau: Berhati-hati dan Perlu Informasi

      Kepribadian hijau mencerminkan individu yang mengutamakan ketelitian dan logika.

      Akurasi, kerapian, serta sikap hati-hati menjadi kekuatan utama.

      Sosok ini cenderung serius, analitis, dan berorientasi pada kesempurnaan.

      Di balik itu, kecenderungan mengkritik, kaku, dan terlalu selektif sering menjadi hambatan.

      Baca Juga :  Aliyah Mustika Ilham Dampingi Menko AHY Tinjau Bandara Sultan Hasanuddin

      Sensitivitas tinggi serta kebutuhan akan informasi berlebih juga membuat tipe hijau kerap ragu melangkah.

      3. Kepribadian Kuning: Energik dan Persuasif

        Kepribadian kuning identik dengan optimisme dan antusiasme tinggi.

        Sosok ini mudah bergaul, komunikatif, dan mampu membangkitkan semangat orang lain.

        Kemampuan mempengaruhi serta orientasi pada hubungan sosial menjadi nilai unggul.

        Tantangan muncul saat emosi sulit dikendalikan.

        Kurang disiplin, reaksi berlebihan, hingga agenda pribadi yang dominan berpotensi mengganggu konsistensi dan kerja tim.

        4. Kepribadian Biru: Tenang dan Suka Membantu

        Kepribadian biru dikenal ramah, tenang, dan senang membantu.

        Sikap cermat serta mudah dipercaya membuat tipe ini sering menjadi penyeimbang dalam kelompok.

        Rasa puas dan loyalitas tinggi menjadi kekuatan utama.

        Meski begitu, keraguan, ketidakpastian, serta ketakutan terhadap perubahan sering memperlambat pengambilan keputusan.

        Rasa tidak aman juga dapat membatasi potensi berkembang.

        Pemahaman tipe kepribadian berdasarkan warna bukan untuk memberi label, melainkan membantu setiap individu mengenali kekuatan dan tantangan diri.

        Kesadaran ini diharapkan mampu mendorong hubungan yang lebih sehat, produktif, dan saling menghargai. (*)

        Penulis : Nurwahida