Penelitian di Lasers in Medical Science (2022) melaporkan bahwa Q-switched laser mampu mengurangi hiperpigmentasi hingga 70% dalam 4 minggu.
3. Menyamarkan bekas jerawat
Laser memicu regenerasi sel kulit baru di area bekas luka sehingga permukaan kulit menjadi rata dan halus.
Studi di Dermatologic Surgery (2021) menemukan bahwa fractional CO₂ laser mengurangi kedalaman bekas jerawat rata-rata 50% setelah 3 kali perawatan.
4. Mengecilkan pori-pori
Efek termal laser mengecilkan kelenjar minyak berlebih dan mengencangkan kulit di sekitar pori-pori.
Penelitian oleh Annals of Dermatology (2020) menunjukkan pengurangan ukuran pori hingga 40% setelah terapi laser non-ablative selama 6 minggu.
5. Menyamarkan kerutan halus
Laser memanaskan lapisan dermis yang merangsang kolagen dan elastin, membuat kerutan halus memudar secara bertahap.
Agar hasil maksimal dan aman, dr Tronny Astriningdyah merekomendasikan kepada pasien sebelum melakukan perawatan laser glowing hendaknya menghindari penggunaan retinoid atau exfoliant seperti AHA/BHA selama beberapa hari, lakukan konsultasi dan patch test.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.