Sepulang dari pelatihan, ia bertugas di Polsek Panakkukang, Makassar, dengan penuh semangat, ia memaparkan hasil pelatihannya kepada atasannya, Kapolsek Kompol Woro Susilo.
Responnya luar biasa, Kompol Woro langsung merenovasi ruang pelayanan menjadi pelayanan satu atap, di mana pelayanan SKCK, sidik jari, dan laporan kehilangan terintegrasi dalam satu ruangan demi memudahkan masyarakat.
Dari ruang pelayanan yang terintegrasi itulah, muncul terobosan fenomenal ‘Meja Tanpa Laci’.
“Laci-laci di ruang pelayanan kami copot satu per satu, tujuannya jelas, untuk mencegah praktik koruptif dan menciptakan transparansi,” tegasnya.
Tak hanya berhenti di Polsek Panakkukang, inovasi meja tanpa laci kemudian diadopsi oleh berbagai unit layanan lainnya seperti Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar serta Unit Regident Polres Takalar.
Respons masyarakat pun sangat positif, banyak yang merasakan langsung manfaatnya proses lebih cepat, transparan, dan tanpa pungutan liar.
“Alhamdulillah, masyarakat menyambut baik, pelayanan jadi lebih cepat dan bersih,” kata Andi Ulva bersyukur.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.