PARAPUANG.com – Jalan kaki atau lari sering menjadi dilema bagi perempuan yang ingin tetap aktif di tengah jadwal harian yang padat.

Waktu olahraga yang terbatas membuat banyak perempuan bertanya, mana pilihan yang paling menyehatkan dan efektif untuk tubuh perempuan?

Sekilas, lari tampak lebih unggul karena membutuhkan energi lebih besar.

Namun, para ahli menegaskan jawabannya tidak sesederhana itu.

Pilihan terbaik sangat bergantung pada kondisi tubuh, tujuan kebugaran, serta kenyamanan masing-masing perempuan.

Dilansir dari womenshealthmag.com, ilmuwan olahraga Rachelle Reed, PhD, menegaskan bahwa kedua aktivitas ini sama-sama bermanfaat.

“Jalan kaki maupun lari tetap tergolong aktivitas fisik yang penting bagi kesehatan,” ujarnya.

Rekomendasi NHS menyebutkan orang dewasa perlu setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap minggu.

Baca Juga :  Rimaya Skin Bakal Gelar Zumba dan Line Dance Party Gratis, Angkat Konsep Cantik dan Sehat

Target tersebut bisa dicapai baik lewat jalan kaki maupun lari, selama intensitasnya mencukupi.

Meski sama-sama menyehatkan, masing-masing olahraga memiliki keunggulan tersendiri.

Manfaat Jalan Kaki untuk Perempuan

Jalan kaki menjadi pilihan ideal bagi perempuan yang baru memulai olahraga atau menginginkan aktivitas berdampak rendah.

Gerakan ini lebih ramah pada sendi, sehingga cocok untuk perempuan dengan riwayat nyeri lutut atau kelelahan fisik.

“Jika seseorang memulai kebiasaan baru terkait olahraga atau aktivitas fisik, berjalan kaki bisa menjadi awal yang baik,” jelas Rachelle Reed.

Aktivitas ini membantu membangun konsistensi tanpa tekanan berlebih.

Perubahan kecil dari gaya hidup pasif ke aktif justru memberi dampak kesehatan paling signifikan.

Rutinitas jalan kaki dengan intensitas stabil, termasuk metode populer seperti 12-3-30, terbukti mendukung kesehatan fisik dan mental perempuan.

Baca Juga :  PKK Kota Makassar Gelar Pemeriksaan HPV DNA Gratis, Upaya Cegah Kanker Serviks Sejak Dini

Kualitas tidur membaik, kesehatan jantung meningkat, serta risiko penyakit kronis dapat ditekan.

Manfaat jalan kaki lainnya yakni; Meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru, Membantu mengontrol tekanan darah dan kolesterol, Mengurangi peradangan dalam tubuh

Manfaat Lari bagi Kebugaran Tubuh

Lari berada satu tingkat di atas jalan kaki dalam hal intensitas.

Rachelle Reed menyebut aktivitas ini sebagai bagian dari satu spektrum kebugaran.

“Berlari dapat memberikan manfaat yang sama atau dalam beberapa kasus, lebih banyak daripada berjalan dengan lebih efisien,”tuturnya.

Lari cocok bagi perempuan yang ingin mendapatkan hasil maksimal dalam waktu singkat.

Pembakaran kalori berlangsung lebih cepat, sehingga efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Baca Juga :  5 Kebiasaan Sehat yang Diam-Diam Berisiko Merusak Ginjal Perempuan

Pelatih lari bersertifikat RRCA, Erica Coviello, CPT, menegaskan bahwa berlari adalah latihan yang lebih baik, lebih efisien, dan lebih efektif untuk jantung dan paru-paru.

“Meski demikian, dampaknya pada sendi dan otot lebih besar, sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh,” tuturnya.

Manfaat lari lainnya, seperti; Meningkatkan kebugaran kardiorespirasi secara optimal, Membakar kalori lebih banyak, Melatih jantung dan paru-paru lebih intens dan Efektif untuk perempuan yang memiliki waktu olahraga terbatas

Pada akhirnya, tidak ada pilihan yang benar atau salah.

Jalan kaki dan lari sama-sama memberi manfaat nyata bagi kesehatan perempuan.

Kunci utamanya terletak pada konsistensi, kenyamanan, dan kesesuaian dengan kebutuhan tubuh masing-masing. (*)

Penulis : Nurwahida