PARAPUANG.com, Makassar – Kajian Islam TP PKK Kota Makassar kembali menghadirkan kegiatan edukatif bertema penguatan peran perempuan.

Kali ini menghadirkan dr.Aisah Dahlan, CMHt., CM.NLP. sebagai narasumber utama.

Program yang digelar di Mesjid Agung 45 pada, Selasa, 2 Desember 2025 ini menjadi rangkaian kajian kelima Pokja I sepanjang tahun 2025.

Kajian tersebut mengusung tema “Cara Islam Membentuk Istri dan Ibu yang Tangguh dalam Membangun Keluarga yang Jujur dan Beriman”.

Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa menyampaikan rasa syukur atas kehadiran dr. Aisah Dahlan yang telah lama ia kagumi.

Ia menilai kehadiran perempuan kelahiran Jakarta, 17 Desember 1968 itu dapat memberi pencerahan bagi para kader dan organisasi wanita.

“Sebagai organisasi gerakan yang fokus pada pemberdayaan keluarga, TP PKK meyakini bahwa perempuan merupakan pilar utama keluarga. Dari ketangguhan seorang istri dan ketulusan seorang ibu, lahirlah generasi yang berakhlak mulia, berkarakter kuat, dan mencintai nilai kejujuran,” ujarnya.

Baca Juga :  Melinda Aksa Dorong Penguatan Peran Dasawisma Lewat Bimtek Pendataan Keluarga
Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa memberikan sambutan dalam Kajian Islam TP PKK Makassar yang menghadirkan dr. Aisah Dahlan

Melinda Aksa menuturkan bahwa tema kajian tersebut sejalan dengan misi PKK, terutama dalam pembinaan keluarga dan penguatan spiritualitas rumah tangga.

“Keluarga yang berlandaskan kejujuran dan keimanan diyakini akan melahirkan masyarakat yang lebih baik, harmonis, dan penuh keberkahan,” tambahnya.

Sesi penyampaian materi yang dipandu Ketua Pokja I PKK Kota Makassar, Syahriati A. Syahrum berlangsung hangat.

Dokter Aisah Dahlan menjelaskan pandangan Islam mengenai peran besar perempuan sebagai pendamping dalam membangun keluarga sakinah.

“Memahami perbedaan antara laki-laki dan perempuan merupakan kunci terciptanya keharmonisan. Susunan otak dan struktur tubuh keduanya memang berbeda, namun justru dirancang untuk saling melengkapi. Perbedaan ini seharusnya menjadi kekuatan, bukan sumber konflik,” jelasnya.

Baca Juga :  Wujudkan Generasi Cerdas, Melinda Aksa Gaungkan Kewajiban PAUD bagi Anak Makassar

Ia turut menguraikan perbedaan fungsi hypothalamus pada otak laki-laki dan perempuan.

Menurutnya, dominasi bagian otak tersebut pada laki-laki membuat mereka lebih fokus pada keamanan, kebutuhan dasar, dan dorongan biologis.

“Pemahaman ini penting agar perempuan dapat mengetahui pendekatan yang tepat dalam berkomunikasi,” tambahnya.

Pemahaman karakter otak pasangan, lanjutnya, dapat membantu seorang istri menghadapi dinamika rumah tangga dengan lebih bijak, sekaligus meminimalkan kesalahpahaman.

Founder Yayasan Sahabat Rekan Sebaya (SRS) itu mengingatkan pentingnya menjaga ibadah dan kedekatan dengan Allah SWT sebagai dasar ketangguhan seorang perempuan.

Dirinya menegaskan bahwa ketenangan hati dan konsistensi dalam berdoa menjadi kekuatan besar dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.

Melinda Aksa beserta sejumlah pengurus TP PKK Kota Makassar berfoto bersama dr. Aisah Dahlan

“Doa, dukungan, dan pelayanan kepada suami adalah bagian dari peran mulia seorang istri. Meski aktif berorganisasi atau memiliki kesibukan di luar rumah, perempuan tetap dituntut bijak dalam mengatur waktu dan prioritas. Kesibukan bukan alasan untuk mengabaikan tanggung jawab dalam keluarga,” jelasnya.

Baca Juga :  Pokja Bunda PAUD Makassar Gelar Raker, Melinda Aksa Tekankan Sinergi Lintas Sektor untuk Pendidikan Holistik Integratif

Peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan terkait peran perempuan, komunikasi suami istri, hingga cara menjaga ketenangan hati menghadapi tantangan rumah tangga.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pengurus TP PKK Kota, pengurus kecamatan dan kelurahan, organisasi wanita, serta ASN Pemerintah Kota Makassar. (*)

Penulis : Dwi Ayu Artantiati Putri