PARAPUANG.com – Angela Rayner terpaksa mundur dari jabatannya sebagai Wakil Perdana Menteri Inggris, setelah dirinya tersandung skandal pajak properti.

Keputusan Rayner menarik perhatian publik karena ia dikenal sebagai sosok populer di akar rumput Partai Buruh dan sempat digadang-gadang sebagai calon penerus Starmer.

Dilansir dari AFP, pengunduran diri itu diumumkan usai laporan investigasi independen menyatakan Rayner telah melanggar aturan menteri.

Perempuan kelahiran 28 Maret 1980 itu dinilai mengabaikan peringatan hukum terkait kewajiban pajak, khususnya kurang bayar atas pembelian sebuah flat di Hove, East Sussex yang dibeli pada awal 2025.

Meski menyalahkan saran yang disebutnya “tidak akurat”, Rayner tetap menerima tanggung jawab.

Baca Juga :  PIM Sulsel Jadi DPD Pertama Gelar Rakerda Tingkat Daerah, Perkuat Peran Perempuan Berdaya

Dalam surat pengunduran dirinya, Rayner menyinggung dampak temuan tersebut terhadap keluarganya.

Ia menekankan bahwa tekanan jabatan tidak sebanding dengan tantangan masa kecilnya, ketika harus merawat ibunya yang mengidap bipolar dan depresi, sementara ayahnya kerap absen.

Pernyataan itu menambah sisi humanis dari sosok yang tumbuh di perumahan sosial di Stockport, Manchester.

Rayner menjadi menteri kedelapan sekaligus pejabat paling senior yang mundur dari kabinet Starmer.

Kasusnya menimbulkan guncangan besar karena sebelumnya ia mendapat dukungan penuh dari Starmer, meski sempat dituduh menghindari pajak hingga 40.000 pound sterling atau sekitar Rp1 miliar.

Rayner menutup pernyataannya dengan permintaan maaf.

“Saya sangat menyesali keputusan saya untuk tidak mencari nasihat pajak spesialis tambahan,” tulisnya kepada Perdana Menteri Starmer.(*)

Baca Juga :  Private Coaching MC Makassar, Riny Ilyas Siap Cetak Pemandu Acara Profesional Berkelas

Penulis : Risanti