Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Sulsel ini menyoroti masih banyaknya warga yang mengeluhkan sistem kepesertaan BPJS Kesehatan mandiri, serta minimnya lapangan kerja yang berdampak pada pendapatan keluarga.
“Kesejahteraan rakyat itu luas, dari kesehatan, pendidikan, hingga peluang kerja. Saya ingin menjadi wakil rakyat yang benar-benar hadir dan memberi dampak nyata,” ungkapnya.
Tak hanya itu, perempuan kelahiran Parepare, 5 September 1957 juga menekankan pentingnya kerja sama harmonis antara DPRD dan Pemerintah Kota Makassar dalam menyusun peraturan daerah, mengawasi pelaksanaan program, dan menetapkan anggaran.
“Peran DPRD bukan hanya membuat perda, tapi juga mengawal kebijakan agar tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ketua DPRD Makassar, Supratman, menegaskan bahwa pelantikan ini telah melalui proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Dirinya berharap Apiaty K. Amin Syam dapat segera beradaptasi dan memberikan kontribusi maksimal dalam kerja-kerja legislatif.
“Lengkapnya kembali susunan anggota dewan akan memperkuat fungsi kelembagaan DPRD, agar tetap responsif dan efektif dalam menjawab dinamika masyarakat,” ujarnya.
Pelantikan ini menjadi momen penting dalam perjalanan politik Kota Makassar, terutama dalam menghadirkan representasi perempuan yang tangguh di parlemen lokal.
Dengan pengalaman dan dedikasinya, Apiaty K. Amin Syam diharapkan mampu memperjuangkan kebijakan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan. (*)
Penulis : Nurwahida

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.