PARAPUANG.com – Kurma untuk berbuka puasa menjadi pilihan utama banyak perempuan karena mampu mengembalikan energi tubuh secara cepat setelah seharian menahan lapar dan haus.

Buah manis khas Timur Tengah ini bukan sekadar tradisi Ramadhan, melainkan sumber nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh saat kondisi lemas.

Kebiasaan mengonsumsi kurma saat berbuka tidak hanya berakar dari anjuran agama, tetapi juga didukung kajian kesehatan.

Tubuh yang berpuasa berjam-jam membutuhkan asupan gula alami, vitamin, serta mineral agar metabolisme kembali stabil tanpa membebani pencernaan.

Review of Religions (International Health Section) menyebut kurma kaya nutrisi dengan kandungan gula alami yang relatif seimbang.

Polifenol di dalamnya berperan sebagai antioksidan dan antiinflamasi, membantu tubuh melawan peradangan serta menjaga daya tahan selama puasa.

Baca Juga :  5 Manfaat Minum Air Putih Bercampur Garam Sebelum Tidur bagi Kesehatan Perempuan

Kondisi ini penting bagi perempuan yang tetap aktif bekerja, mengurus keluarga, atau menjalankan aktivitas rumah tangga.

Serat tinggi pada kurma juga memberi rasa kenyang lebih lama.

Efek ini membantu perempuan mengontrol nafsu makan saat berbuka agar tidak berlebihan, sekaligus menjaga berat badan tetap stabil sepanjang Ramadhan.

Vitamin A, B6, dan C serta berbagai mineral mendukung kesehatan kulit, imunitas, dan fungsi saraf.

Kandungan kalium pada kurma berfungsi sebagai elektrolit yang membantu menjaga tekanan darah serta mencegah kram otot.

Kondisi tersebut sering dialami perempuan akibat kelelahan atau kurang cairan.

Kurma juga mengandung sekitar 3 persen protein dan puluhan asam amino yang jarang ditemukan pada buah lain.

Baca Juga :  Dari Cokelat ke Cash Flow, 5 Strategi Keuangan bagi UMKM Jelang Valentine versi Ria Andriany RA

Gula alami berupa fruktosa dan glukosa membuat kurma cepat diserap tubuh sehingga energi pulih tanpa lonjakan gula berlebihan.

Kombinasi serat, kalium, dan antioksidan turut membantu menjaga kesehatan jantung serta kestabilan gula darah.

Manfaat lain yang tak kalah penting adalah menjaga kesehatan pencernaan.

Serat tidak larut pada kurma membantu melancarkan buang air besar dan mencegah sembelit, masalah yang kerap dialami perempuan saat pola makan berubah selama puasa.

Kurma juga berperan sebagai prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus.

Semua manfaat tersebut menjadikan kurma bukan hanya menu pembuka, tetapi “superfood” alami yang membantu perempuan tetap bertenaga, sehat, dan nyaman menjalani ibadah puasa. (*)

Baca Juga :  Hindari 7 Kado Valentine Ini agar Tidak Bikin Pasangan Kecewa dan Ilfil

Penulis : Nurwahida