PARAPUANG.com, Makassar – Bank Sampah Unit (BSU) Sedekah Sampah menggelar sosialisasi pembuatan Eco-enzyme dan pengelolaan sampah.
Program ini terlaksana berkat kolaborasi bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perempuan Indonesia Maju (PIM) Sulawesi Selatan dan Mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin.
Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan Selasa, 30 Desember 2025, bertempat di Sekretariat BSU Sedekah Sampah, Perumahan Dosen Unhas Tamalanrea Blok BG/36.
Direktur BSU Sedekah Sampah, Dr Andi Saraffah, MSi, menjelaskan bahwa eco-enzyme merupakan cairan serbaguna hasil fermentasi limbah dapur seperti kulit buah dan sayuran, gula merah, serta air.
Produk ramah lingkungan ini dinilai efektif sebagai solusi pengolahan sampah organik rumah tangga.
“Cairan ini memiliki banyak manfaat sebagai pembersih alami, pupuk, pestisida, dan penjernih air maupun udara, sekaligus cara efektif mengolah sampah organik menjadi produk bermanfaat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah bernilai ekonomi tinggi.
Limbah, menurutnya, dapat diubah menjadi sumber daya melalui daur ulang, kompos, hingga pemanfaatan energi.
Langkah tersebut membuka peluang bisnis kreatif, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi sirkular.

“Kegiatan ini membuka peluang usaha seperti produk kerajinan, furnitur, hingga pupuk. Dampaknya bukan hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga menggerakkan ekonomi berbasis kolaborasi dan inovasi,” jelasnya.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup DPD PIM Sulsel, Andi Nurhayati Ishak, menilai kegiatan ini sebagai jawaban atas dua persoalan mendasar sekaligus, yakni krisis lingkungan akibat sampah dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Sampah sering dianggap beban. Padahal, lewat pengetahuan dan keterampilan yang tepat, limbah organik maupun anorganik bisa diolah menjadi produk bernilai guna dan bernilai jual,” katanya.
Eco-enzyme disebut sebagai contoh konkret transformasi limbah rumah tangga menjadi produk ramah lingkungan yang memiliki manfaat ekonomi.
Perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci utama agar pengelolaan sampah tidak berhenti pada kebersihan, tetapi berlanjut pada pemberdayaan.
“Tujuannya bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi membuka peluang usaha, menumbuhkan UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” terangnya.
Konsep ekonomi sirkular pun ditekankan sebagai pendekatan berkelanjutan, di mana tidak ada limbah yang terbuang sia-sia. Seluruh sumber daya dapat dimanfaatkan kembali secara optimal.
Andi Nurhayati berharap peserta sosialisasi mampu mengikuti kegiatan secara serius dan menerapkannya di lingkungan masing-masing.
Dirinya optimistis pengetahuan yang diperoleh dapat berkembang menjadi aktivitas produktif jangka panjang.
“Semoga ilmu hari ini memberi dampak positif, baik bagi kelestarian lingkungan maupun perekonomian masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Lurah Tamalanrea Jaya Hatipa, S.E, Motivator Sampah Kecamatan Tallo Maya Alkhaerat, Humas DPD PIM Sulsel Ros Lantara, serta sejumlah ketua RW dan RT serta warga dari Kecamatan Tallo dan Tamalanrea. (*)
Penulis : Alin Imani

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.