PARAPUANG.com, Makassar – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perempuan Indonesia Maju (PIM) Sulawesi Selatan tahun ini terasa istimewa.

Berkolaborasi dengan Yayasan Tasuri Berkah Amin menghadirkan kajian agama bertema “Membangun Keimanan Melalui Kajian Agama”, Jumat, 12 September 2025 di Kompleks IDI, Jalan Topaz No. 8, Makassar.

Kehadiran dua ustazah kondang asal Jakarta, Ustazah Qotrunnada Syathiry Ahmad, Lc dan Ustazah Yati Priyati, M.Ag, menjadi magnet tersendiri.

Suasana penuh haru tercermin dari sambutan tuan rumah, Andi Silvi Pawellangi, yang merasa terhormat atas kesediaan kedua tokoh perempuan tersebut hadir di tengah kesibukan mereka.

“Di hari Jumat yang penuh berkah ini, beliau berdua hadir membawa cahaya ilmu dan inspirasi. Semoga Allah membalas kebaikan dan menjaga kesehatan beliau,” ucap Silvi dengan nada terharu.

Baca Juga :  Kasus Pajak Properti Paksa Angela Rayner Lepas Jabatan Wakil PM Inggris

Founder sekaligus pembina Yayasan Tasuri Berkah Amin, Sri Nurmaal Tohl, berharap kajian ini menjadi wadah mempererat ukhuwah, menumbuhkan kebersamaan, serta meneguhkan komitmen untuk berkhidmat kepada umat.

“Melalui peringatan ini, mari kita jadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak beliau yang penuh kelembutan, kesabaran, dan kasih sayang, seharusnya tercermin dalam sikap kita di rumah, di masyarakat, maupun dalam mengelola amanah dan pekerjaan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD PIM Sulsel, Ida Noer Haris, mengingatkan pentingnya peran perempuan dalam membangun peradaban.

“Kita harus percaya diri, berdaya dalam karya, tetapi tetap menjaga akhlak mulia sebagaimana teladan Nabi,” ujarnya.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini.

Baca Juga :  Perempuan di Antara Kemajuan dan Ketimpangan, Menelisik Kesehatan Mental di Hari Kartini 2025

“Semoga cinta kita kepada Rasulullah semakin tumbuh dan kita semua mampu meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Dalam kajian, Ustazah Qotrunnada mengingatkan jamaah untuk selalu bersyukur dan bersabar, karena itu dua kunci menjalani kehidupan.

“Jika diberi nikmat, bersyukurlah. Jika diuji, bersabarlah. Rezeki, waktu, kesehatan, semua bisa menjadi ladang amal jika digunakan untuk menyenangkan orang lain,” pesannya.

Ustazah Yati Priyati menambahkan bahwa perempuan adalah pilar utama keluarga.

“Hanya perempuan hebat yang mampu melahirkan generasi hebat. Ibu adalah madrasatul ula, sekolah pertama bagi anak,” tegasnya.

Menariknya, seluruh peserta membawa tumbler minum sendiri sebagai wujud kepedulian lingkungan dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

Baca Juga :  PIM Makassar Gelar Maulid Nabi, Serukan Indonesia Jaya dengan Akhlak dan Pemberdayaan Perempuan

Kegiatan ditutup dengan doa penuh khidmat yang dipimpin oleh Ustadz Alwy Rasyid, menambah kesakralan suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. (*)

Penulis : Nurwahida