Sementara itu, pelaku MYI yang merupakan pegawai honorer Unhas dan menjadi admin server komputer pada pelaksanaan UTBK-SBNT 2025, berperan sebagai pembuat dan memasan aplikasi remote access di komputer.

Adapun pelaku AL seorang wiraswasta, adalah otak dibalik komplotan sindikat perjokian UTBK-SBNT 2025.

Dialah yang merekrut CIA, AL juga yang mengatur alur dan strategi pengiriman soal dan jawaban.

Bahkan AL yang mempengaruhi MYI agar ikut terlibat dan mau membuat serta memasang aplikasi remote di komputer peserta ujian.

“Pelaku AL meminta I dan MYI untuk mengembangkan serta memasang aplikasi remote pengendali jarak jauh di komputer ujian,” beber Arya Perdana.

Sementara itu pelaku I seorang wiraswasta bertugas sebagai penghubung antara pelaku AM dan MS untuk mengoperasikan aplikasi remote access.

Baca Juga :  Momentum Hari Kartini, Melinda Aksa Munafri Ajak Perempuan Makassar Wujudkan Kemandirian Finansial

Pelaku MS yang mengoperasikan aplikasi remote, menerima soal dari komputer ujian, lalu mengirimkan soal tersebut ke AL untuk diteruskan ke CAI.