Puncak karier Marina terjadi pada tahun 2011 ketika ia, Otto, dan Han Arming Hanafia mendirikan PT DCI Indonesia Tbk.

Perusahaan ini menyediakan layanan pusat data Tier-IV pertama di Asia Tenggara, dengan lokasi operasional di Cibitung, Karawang, dan Jakarta.

Tier-IV ini dimanfaatkan sebagai infrastruktur penting bagi berbagai sektor, termasuk teknologi dan perbankan.

Pada tahun 2021, DCII resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dan mengalami lonjakan harga sahamnya secara signifikan sejak IPO, yang turut meningkatkan nilai kekayaan Marina.

Menurut data yang dirilis Forbes per 6 Mei 2025, Marina Budiman memiliki kekayaan bersih sebesar 5,1 miliar US Dollar atau setara dengan Rp 84,2 Triliun.

Baca Juga :  Retno Marsudi: Jejak Diplomasi Perempuan Indonesia di Panggung Global

Angka itu menjadikannya perempuan terkaya di Indonesia dan menempati peringkat ke-8 dalam daftar orang terkaya di Indonesia.

Sebagian besar kekayaannya berasal dari kepemilikan saham sebesar 22,51% di PT DCI Indonesia Tbk.

Kisah Marina Budiman adalah bukti bahwa dengan visi, kerja keras, dan dedikasi, seseorang dapat mencapai puncak kesuksesan dan memberikan dampak positif bagi industri dan masyarakat.(*)

Penulis : Nurwahida