Sebelum bergabung di BUMN, Maya sempat mendirikan agensi iklan MainAd dan menjadi CEO perempuan pertama dan termuda Dentsu Indonesia pada 2019.
Perjalanan kariernya menunjukkan kombinasi antara jiwa kewirausahaan, kepemimpinan strategis dan dedikasi tinggi terhadap kemajuan industri kreatif tanah air.
Sandra Sunanto: Akademisi yang Sukses Pimpin Industri Perhiasan
Dari dunia bisnis berbeda, Sandra Sunanto menempati peringkat ke-91 dalam daftar Fortune.
Dirinya merupakan CEO dan Presiden Direktur PT Hartadinata Abadi Tbk, salah satu perusahaan perhiasan terbesar di Indonesia.
Sandra memulai karier sebagai dosen di Universitas Katolik Parahyangan sejak 1997, sebelum akhirnya terjun ke dunia korporasi.
Ia memiliki rekam jejak akademik yang mengesankan, Sarjana Manajemen dari Unpar, Magister dari ITB, dan Doktor Manajemen dari Erasmus University Rotterdam, Belanda.
Selain mengajar, Sandra aktif sebagai konsultan bisnis, trainer manajemen ritel, dan anggota komite audit di berbagai perusahaan ternama.
Sejak menjabat CEO Hartadinata pada 2017, ia berhasil membawa perusahaan mencapai pendapatan lebih dari US$1,2 miliar, menempatkannya di posisi ke-244 daftar Asia Tenggara 500.
Kiprah keduanya menjadi bukti bahwa perempuan Indonesia tak hanya berperan penting di level nasional, tetapi juga mampu bersaing di panggung global. (*)
Penulis : Nurwahida

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.