PARAPUANG.com, Makassar – Makassar Cancer Care Community (MCCC) bersama Program Pendidikan Dokter Spesialis 1 (PPDS 1), Program Studi Patologi Anatomik, Departement Patologi Anatomik, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dalam memperkuat langkah pencegahan kanker melalui edukasi masyarakat.

Kerja sama ini diwujudkan lewat penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Ketua MCCC, Prof. Dr. Nurlina Subair, M.Si, dengan KPS PPDS 1 Prodi Patologi Anatomik, Departement Patologi Anatomik, FK Unhas, Prof. dr. Upik A Miskad, Ph.D, Sp.P.A (K), pada Selasa, 23 September 2025.

Prof. Nurlina Subair menjelaskan bahwa kolaborasi ini akan hadir dalam berbagai bentuk kegiatan, mulai dari penyuluhan, seminar, talk show, kampanye kesehatan, hingga forum diskusi kelompok.

Baca Juga :  Octo Breast 2025 Hadirkan Semangat Solidaritas dan Harapan Bagi Penyintas Kanker Payudara

“Implementasi MoU ini diharapkan membuka wawasan masyarakat agar lebih sadar melakukan deteksi dini dan mendorong gaya hidup sehat,” ujarnya.

Menurutnya kanker, khususnya kanker payudara masih menjadi tantangan besar di Indonesia maupun dunia.

Angka kasus terus meningkat, sementara banyak pasien baru terdiagnosis di stadium lanjut akibat keterlambatan deteksi dini dan minimnya informasi.

“Inilah panggilan bagi kita semua untuk bergerak bersama, mengedukasi dan memberi harapan hidup,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa sebagai bagian dari Union for International Cancer Control (UICC), MCCC memiliki tanggung jawab baik secara lokal hingga global dalam upaya pengendalian kanker.

“Hal ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menghadirkan program edukasi, kampanye kesadaran, serta pendampingan pasien dengan standar yang selaras dengan gerakan dunia,” terangnya.

Baca Juga :  Perjalanan Prof Nurlina Subair Sang Pejuang Ilmu, Perempuan Tangguh Penyintas Kanker Payudara

Sementara itu, Prof. Upik A Miskad, menekankan bahwa sinergi dengan MCCC tidak sekadar kerja sama kelembagaan, tetapi juga wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat.

“Kami percaya bahwa dengan bersinergi, ilmu pengetahuan dan pengalaman dari akademisi akan semakin lengkap bila dipadukan dengan peran aktif komunitas di lapangan,” bebernya.

Kami berkomitmen, lanjut Prof Upik A Miskad memberikan edukasi yang benar dan mudah dipahami terkait kanker, khususnya kanker payudara.

Edukasi ini sangat penting, karena deteksi dini menjadi kunci dalam meningkatkan angka harapan hidup pasien.

“Kami berharap sinergi ini dapat membantu masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan lebih peduli terhadap kesehatan, sekaligus menekan angka kematian akibat kanker,” harapnya. (*)

Baca Juga :  Relawan Hati Damai Gelar Dzikir Akhir Tahun, Sitti Husniah Talenrang Tekankan Makna Persaudaraan

Penulis : Nurwahida