“Kalau ini dilakukan rutin dan konsisten, Untia bisa mendekati kondisi zero waste,” ungkap Melinda.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pengelolaan maggot dapat dikembangkan dengan tambahan bahan kaya protein.

Bahkan lalat mati dari proses budidaya maggot bisa dimanfaatkan sebagai media tanam, mendukung konsep circular economy yang kini mulai diterapkan di kawasan pesisir seperti Untia.

Melinda juga mengusulkan pemisahan waktu penjemputan sampah anorganik dan organik agar tidak tercampur kembali.

“Kami ingin mendorong penambahan unit bank sampah agar lebih banyak warga bisa terlibat langsung,” tambahnya.

Tak hanya soal sampah, Melinda menilai pengelolaan lingkungan ini dapat terintegrasi dengan ketahanan pangan.

Urban farming yang telah dimulai warga menjadi titik terang menuju kemandirian pangan keluarga.

Baca Juga :  Pengurus FCC Silaturahmi dengan Melinda Aksa, Bahas Sinergitas Program untuk Pemberdayaan Masyarakat