“Di sinilah kita bisa lihat hubungan antara lingkungan, ekonomi, dan pangan, semua bisa tumbuh bersama dari hal-hal kecil seperti pemilahan sampah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan edukatif, bukan hanya instruksi.
“Perlu ada penyuluhan langsung, DLH dan perangkat kelurahan harus turun langsung menyentuh warga. Kita tidak bisa hanya mengandalkan regulasi,” katanya.
Di tengah tantangan seperti keterbatasan air bersih dan kepadatan yang rendah (±2.100 jiwa), Melinda mendorong sinergi lintas sektor agar pembangunan yang terjadi di Untia bisa menjadi percontohan untuk wilayah pesisir lainnya di Makassar.
“Kita ingin Untia jadi wajah baru kota pesisir yang bersih, mandiri, dan berdaya,” tutupnya.(*)
Penulis : Nurwahida

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.