PARAPUANG.com, Makassar – Peringatan Hari Ibu 2025 dimanfaatkan DPD IWAPI Sulawesi Selatan sebagai ruang penguatan kapasitas perempuan melalui kegiatan pelatihan pembuatan bros berbahan limbah kain.

Program ini diarahkan untuk membuka peluang ekonomi baru sekaligus memulihkan kepercayaan diri para perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga.

Kegiatan bertajuk “Peran IWAPI dalam Memberdayakan Perempuan Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga” diikuti 60 peserta dari Komunitas Kelompok Wanita Nelayan (KWN) Fatimah Az Zahra dan pengurus DPD IWAPI Sulsel.

Acara ini berlangsung di Cafe Rempah Rasa, Jalan Tupai No. 53, Makassar, Senin, 22 Desember 2025.

Ketua DPD IWAPI Sulsel, apt. Ainun Jariah, S.Farm., M.Kes, menjelaskan pelatihan tersebut dirancang sebagai bekal keterampilan praktis yang mudah diterapkan dan berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan.

Baca Juga :  Aliyah Mustika Ilham Nyanyi Bareng Krisdayanti di Gala Dinner Peresmian Plataran Makassar

“Kreativitas tidak harus lahir dari modal besar, kami ingin menunjukkan bahwa dari bahan yang sangat terbatas sekalipun, perempuan tetap bisa berkarya dan menghasilkan produk bernilai ekonomi yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Owner Balla Kanrejawa itu menjelaskan alasan pemilihan komunitas perempuan korban KDRT sebagai peserta pelatihan, karena kelompok tersebut dinilai membutuhkan lebih dari sekadar empati, melainkan ruang aman, dukungan konkret, serta peluang untuk kembali berdaya secara ekonomi.

“IWAPI Sulsel ingin hadir mendampingi mereka agar bangkit, mandiri secara ekonomi, dan tidak lagi terjebak dalam ketergantungan yang melemahkan posisi mereka di dalam keluarga,” pungkasnya.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut menjadi langkah awal untuk terus mengasah kreativitas, memperluas keterampilan, serta menumbuhkan usaha kecil yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Ratih Sanggarwaty Apresiasi Semangat KICI Sulsel Wujudkan Program Nasional dan Cegah Stunting

“Insya Allah, ini akan memberi harapan nyata bagi perekonomian keluarga mereka sekaligus menata masa depan yang lebih baik dan bermartabat,” ucap Ainun.

Apresiasi turut disampaikan Ketua KWN Fatimah Az Zahra, Dra Nuraeni, atas perhatian DPD IWAPI Sulsel kepada perempuan nelayan yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan ekonomi.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anggota kami, karena memberikan keterampilan baru yang sederhana namun bernilai ekonomi dan dapat dikerjakan dari rumah tanpa mengganggu peran utama kami di keluarga,” akunya.

Nuraeni menilai pelatihan tersebut tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta harapan baru bagi para peserta.

“Kami merasa diperhatikan dan diberi ruang untuk berkembang, terutama dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga nelayan,” sebutnya.

Baca Juga :  IWAPI Sulsel Kembangkan Teknologi Hijau untuk Pemberdayaan Perempuan Rammang-Rammang

Dirinya berharap ke depan, kegiatan serupa dapat terus berlanjut disertai pendampingan berkesinambungan, termasuk akses pemasaran dan pengembangan produk.

“Jika ada dukungan yang konsisten, kami yakin kreativitas perempuan nelayan dapat tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian keluarga dan komunitas kami,” terangnya.

Antusiasme peserta terlihat dari hasil karya bros berbahan limbah kain yang berhasil menarik perhatian pengurus DPD IWAPI Sulsel.

Produk buatan tangan tersebut bahkan langsung diborong sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas peserta.

Suasana haru dan bahagia menutup kegiatan saat para peserta menerima bingkisan perlengkapan shalat sebagai kenang-kenangan. (*)

Penulis : Nurwahida