PARAPUANG.com, Sleman – Demi memperkuat strategi pengembangan industri kerajinan daerah, pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar melakukan kunjungan studi tiru ke Dekranasda Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, 7 Agustus 2025.

Kunjungan ini menjadi wujud komitmen Dekranasda Makassar untuk terus belajar, bertukar pengalaman, dan menggali inspirasi dari daerah yang telah sukses mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Makassar, Melinda Aksa.

Kehadiran mereka disambut hangat oleh Sekretaris Dekranasda Kabupaten Sleman, Dwi Wulandari, ST., M.Ec.Dev, beserta tim di Galeri Dekranasda Sleman, pusat pemberdayaan perajin lokal sekaligus etalase produk kerajinan unggulan Sleman.

Melinda Aksa mengaku terkesan dengan inovasi yang dijalankan Dekranasda Sleman, mulai dari pembinaan UMKM hingga strategi pemasaran kreatif.

Baca Juga :  Gebyar PKK Makassar Meriahkan HKG ke-53, Dari Urban Farming hingga Fashion Show Wastra

“Terima kasih atas sambutan hangatnya, kami mendapat banyak ilmu baru yang bisa kami terapkan di Makassar, mulai dari pengembangan UMKM, pembinaan perajin, hingga cita-cita saya agar produk Makassar bisa go internasional,” ujarnya penuh semangat.

Menurutnya, Dekranasda Makassar akan terus mendorong inovasi, mendukung pelaku UMKM, dan menjadikan produk kerajinan sebagai bagian dari identitas serta kekuatan ekonomi kota.

Sementara itu, Dwi Wulandari menyampaikan apresiasi atas ketertarikan Makassar terhadap program pemberdayaan perajin yang dijalankan di Sleman.

“Mari kita saling bertukar ilmu dan pengalaman demi kemajuan inovasi perajin di masa depan,” tegasnya.

Ia juga membuka peluang kolaborasi jangka panjang untuk memperluas pasar dan jaringan kerajinan antardaerah.

Baca Juga :  Melinda Aksa Gaungkan Lubang Biopori: Solusi Hijau Atasi Sampah Organik di Makassar

Selain berdiskusi, rombongan Dekranasda Makassar berkesempatan meninjau galeri produk, ruang pelatihan dan workshop para perajin binaan.

Kunjungan ini memberikan gambaran menyeluruh tentang pembinaan kerajinan yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.

Dengan semangat saling belajar, kedua pihak optimistis mampu menciptakan ekosistem industri kreatif yang berdaya saing, berkelanjutan dan membanggakan daerah. (*)

Penulis : Alin Imani