PARAPUANG.com, Makassar – Kegiatan Ramadhan 1447 H yang digelar DPC PIM Kota Makassar menjadi wujud nyata kepedulian sosial di bulan suci.

Organisasi perempuan ini menghadirkan rangkaian aksi berbagi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari bantuan perlengkapan ibadah hingga santunan bagi anak yatim.

Program pertama berupa pembagian mukenah yang dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026 di sejumlah masjid dan musholla di Kota Makassar.

Ketua DPC PIM Kota Makassar, Hj. Herlina Amin Noor menuturkan bahwa program ini ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan ibadah kaum muslimah sekaligus menjadi sedekah jariyah yang diharapkan terus mengalir pahalanya.

“Ada 50 lembar mukenah yang kami bagikan ke masjid-masjid, termasuk di masjid Mal Trans Studio dan Mal Panakkukang,” sebutnya

Baca Juga :  Momen Hari Ibu, IWAPI Sulsel Berdayakan Perempuan KDRT Lewat Pelatihan Pembuatan Bros Daur Ulang

Suasana kebersamaan semakin terasa pada Sabtu, 28 Februari 2026 saat organisasi tersebut membagikan takjil gratis di Jalan Maccini Tengah, Makassar.

Ratusan paket makanan berbuka dibagikan kepada warga dan pengguna jalan yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka.

Aksi ini menjadi simbol kepedulian terhadap sesama di tengah hiruk pikuk kota.

Pada hari yang sama juga diisi dengan kegiatan buka puasa bersama anak-anak yatim piatu di sekretariat DPC PIM Kota Makassar, Jl. Maccini Tengah No.50-54.

“Momen ini tidak sekadar buka puasa bersama, tetapi juga sarat nilai kasih sayang, perhatian, dan kebahagiaan bagi anak-anak yang membutuhkan kehangatan keluarga,” ujar Herlina.

Seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan ini merupakan program Bidang Agama yang dipimpin Hj. Nur Hasanah.

Baca Juga :  Legislator PPP Makassar Umiyati Dukung Daycare untuk Anak ASN, Tapi Ingatkan Efisiensi Anggaran

Ia mengatakan bahwa aksi sosial sederhana tersebut merupakan komitmen organisasi untuk terus hadir memberi manfaat bagi masyarakat.

“Ramadhan adalah bulan berbagi dan bulan keberkahan. Semoga setiap langkah kecil yang kita lakukan menjadi ladang amal, membawa keberkahan bagi organisasi dan seluruh masyarakat,” jelas Hj. Nur Hasanah.

Harapan besar disampaikan agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli dan berbagi kepada sesama. (*)

PENULIS : Ayu Fitriana