PARAPUANG.com, Makassar – Pemberdayaan usaha berbasis potensi lokal menjadi fokus utama dalam pelatihan UMKM Kota Makassar yang digelar Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Best Western Makassar pada Rabu, 19 November 2025 itu menghadirkan Prof. Dr. Dra. Nurlina Subair, M.Si sebagai pemateri utama.

Sebanyak 100 peserta tampak antusias mengikuti sesi yang membahas pentingnya membangun identitas usaha melalui brand yang memiliki unsur lokal.

Prof. Nurlina Subair menekankan bahwa setiap pelaku usaha perlu memiliki nama atau brand unik agar mudah dikenali masyarakat dan berbeda dari kompetitor.

Guru Besar Antropologi Universitas Muhammadiyah Makassar itu juga membagikan trik marketing praktis, mulai dari selalu membawa kartu nama dan produk ke setiap kesempatan, hingga menawarkan sampel kepada calon pembeli.

Baca Juga :  Prof Nurlina Subair Bagikan Kisah Nyata Bangkit Dua Kali dari Kanker Payudara

“Ketika orang sudah mencoba dan merasa enak, peluang mereka membeli jauh lebih besar,” ujarnya.

Ia turut menyoroti pentingnya kemasan menarik sebagai kesan pertama yang memengaruhi keputusan konsumen.

Produk berkualitas yang rasanya enak bisa jadi tidak dilirik jika hanya dikemas plastik polos, sementara kemasan estetik justru mendorong orang untuk membeli meski belum mengetahui rasanya.

Prof. Nurlina mengingatkan peserta agar memanfaatkan teknologi dasar seperti email, media sosial, serta telepon pribadi untuk merespons pesanan dengan cepat.

Respons lambat, katanya, dapat membuat calon pelanggan berpindah ke penjual lain.

Tim Ahli Walikota Makassar tersebut juga menekankan perlunya memisahkan rekening usaha dari keuangan pribadi agar mudah menunjukkan data ketika suatu saat ada bantuan pemerintah yang mengharuskan laporan finansial yang jelas.

Baca Juga :  Seroeni Makassar Resmi Dibuka, Aliyah Mustika Ilham Apresiasi Ruang Kuliner Baru

Pada sesi akhir, ia mendorong peserta aktif berpromosi melalui komunitas perempuan, organisasi lokal, hingga berkolaborasi bersama tokoh publik untuk mendapatkan exposure lebih besar.

“Jika bertemu figur publik, minta mereka pegang produk dan foto bersama kalau perlu minta testimoninya dalam bentuk video. Itu promosi gratis yang bisa sangat membantu,” tuturnya.

Pemateri berikutnya, Dra. Nuraini, mengingatkan agar pelaku usaha tidak mudah goyah meski penjualan sedang menurun.

“Penting juga membangun kerja sama dengan orang terdekat, semisal tetangga untuk menciptakan kelompok usaha yang solid dan saling menguatkan,” katanya. (*)

Penulis : Nurwahida