Selama tiga hari dua malam, mereka bertahan tanpa listrik, air bersih, dan persediaan makanan yang cukup.
Air mulai surut pada Sabtu, 29 November 2025, Qisthi dan rombongan berpindah ke Kantor PN Kuala Simpang sebelum akhirnya dievakuasi ke rumah pegawai PN di Desa Paya Bedi, Kecamatan Rantau.
Evakuasi terakhir terjadi pada Senin, 1 Desember 2025 sekitar pukul 11.00 WIB.
Mereka menaiki truk pengangkut sawit menuju Langkat, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan kapal.
“Perjalanannya sekitar 1 setengah jam naik (kalau) mobil jalan darat. Sesampainya di pinggir sungai itu kami mengantre untuk naik kapal,” ucap Qisthi.
Perjalanan air selama sekitar dua jam membawa mereka tiba di Pelabuhan Pangkalan Susu, Langkat.
Rasa lega pun mengiringi momen pertemuan kembali dengan keluarga.
“Akhirnya telepon keluarga untuk kasih tahu kabar kami selamat, sehat serta minta dijemput. Sekitar jam 17.00 WIB kami sampai di Pelabuhan Pangkalan Susu, Langkat,” tutupnya. (*)
Penulis : Ayu Fitriana

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.