Eveline Sanita juga berperan aktif dalam membangun struktur klub yang lebih rapi, termasuk mendatangkan sponsor besar seperti PT Freeport Indonesia, Bank Papua, dan Kopi ABC.
Pencapaian PSBS Biak di Liga 1 musim 2024/2025 terbilang gemilang, berada di posisi ke-7 klasmene sementara hingga pekan ke-32.
Eveline Sanita menuturkan bahwa pencapaian ini sungguh luar biasa, meski sempat terseok-seok di awal putaran kedua Liga 1 2024/2025.
“Tapi ternyata kami bisa bangkit dan sekarang duduk di posisi ketujuh, ini apresiasi yang sangat besar untuk manajemen tim, ofisial dan pemain,” ujarnya dalam pernyataannya, Rabu, 14 Mei 2025.
Terkaik keputusan mundurnya dari kursi Presdir PSBS Biak, istri dari Owen Rahadiyan itu menyebutkan bahwa belakangan ini terjadi sedikit kegaduhan di internal manajemen.
“Mungkin lebih ketidakcocokan dalam manajemen saja, saya merasa di dalam PSBS Biak ini seperti ada dua manajemen, jadi bentrok terus,” bebernya.
Hal itu, membuatnya tidak leluasa mengambil keputusan karena banyaknya intervensi dan masalah terbesarnya adalah pendanaan klub.
“Saya sebagai Presiden Direktur PSBS Biak tidak bisa menjalankan kewajiban saya sepenuhnya, ini tidak membuat saya nyaman untuk bekerja, saya sebagai salah satu petinggi di klub ini tidak bisa mengambil keputusan sesuai yang saya inginkan,” curhat Eveline Sanita.
Dalam tiga bulan terakhir, lanjutnya, para pemegang saham menarik diri untuk menyetop dukungan kepada kami karena kegaduhan itu.
Itulah juga yang menyebabkan adanya permasalahan tunggakan gaji dan hutang ke beberapa vendor.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.