“Kami ingin literasi, pelestarian bahasa daerah, hingga penginternasionalan bahasa Indonesia terus ditingkatkan demi memperkuat karakter bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPPMPV KPTK, Lismanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah menghadirkan inovasi dalam pendidikan vokasi.

Salah satunya melalui pembenihan ikan nila dan ikan mas secara mandiri yang kini dapat dinikmati masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kami menebar 20 ribu benih ikan nila dan mas. Ini bukti nyata bahwa pendidikan vokasi mampu memberi manfaat langsung, tidak hanya bagi guru SMK, tetapi juga masyarakat luas,” jelasnya.

Senada, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa program ini bukan hanya tentang ketahanan pangan, tetapi juga pembangunan SDM unggul.

Baca Juga :  Warga Curhat Soal Jalan dan KIS Saat Hj. Umiyati Reses di Tamamaung

“Kegiatan tebar benih ikan adalah bentuk ikhtiar bersama memanfaatkan kearifan lokal demi kesejahteraan masyarakat Gowa,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pejabat daerah, mulai dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa Taufik Mursad, Kepala Dinas Perikanan Taufiq, hingga Camat Somba Opu Nuraeny Apriyani dan Camat Bontomarannu Muhammad Syafa’at Surya Atmaja. (*)

Penulis : Nurwahida