“Gowa ini salah satu kabupaten pendidikan di Sulawesi Selatan, saya ingin pendidikan dapat lebih mudah di akses semua kalangan, karena dengan pendidikan manusia bisa diangkat derajatnya lebih tinggi,” pungkasnya.

Hadir sebagai pembicara utama dalam kegiatan ini, yakni Dr. Suyatno Ladiqi dari Universitas Sultan Zainal Abidin, Malaysia dan Prof. Dr. Peter John Wanner dari Tohoku University, Jepang.

Kehadiran dua kampus tersebut menambah panjang daftar mitra internasional Pemerintah Kabupaten Gowa.

Prof. Peter John Wanner, mengatakan bahwa kegiatan kali ini akan berfokus pada penguatan dasar riset, penggunaan bahasa asing, dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) sebagai penunjang pendidikan.

“Dalam pendidikan khususnya penelitian, kami ingin memberikan perspektif bagaimana penggunaan AI bisa sangat membantu proses penelitian, tetapi tentu saja dengan memperhatikan etika yang berlaku dalam penggunaan AI pada penelitian tersebut,” jelas Wanner.

Baca Juga :  Prof Farida Patittingi Dampingin Kepala Biro OSDM Kemendiktisaintek Bawa Materi di Latsar CNPT Unhas Angkatan VII

Di tempat yang sama, Komite Saintifik SEAAM, Ismail Suardi Wekke mengapresiasi dukungan Pemkab Gowa yang telah memberikan kemudahan dalam pelaksanaan madrasah riset dan komitmen pemerintah daerah menjalin kemitraan berkelanjutan.

“Ekosistem riset tak cukup dibangun oleh sekolah, ia butuh ruang kolaborasi antar sektor dan hari ini Kabupaten Gowa sudah memberi contoh teladan, tinggal kita perkuat lagi,” katanya.

Kegiatan yang diikuti puluhan siswa-siswi dari sejumlah Madrasah Aliyah di Sulawesi Selatan, turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Jamaris Halik, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufiq Mursad, serta Camat Parangloe, Basir. (*)

Penulis : Nurwahida