Pilihan ini sering digunakan oleh mereka yang memiliki intoleransi laktosa atau tidak menyukai rasa susu.

Namun, konsumsi suplemen tidak bisa sembarangan. Jika berlebihan, justru bisa memicu gangguan ginjal atau penumpukan kalsium yang tidak diinginkan.

Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Bone Health menemukan, konsumsi susu secara rutin memberikan efek positif lebih stabil terhadap kepadatan tulang dibandingkan suplemen.

Meski begitu, studi lain menunjukkan bahwa suplemen tetap bermanfaat bila dikonsumsi dengan dosis yang tepat.

Angka kebutuhan kalsium harian pun berbeda: rata-rata orang dewasa membutuhkan sekitar 1.000 mg, sedangkan remaja dan lansia memerlukan 1.200 mg per hari.

Pro dan kontra pun tak terelakkan, pendukung susu menekankan bahwa nutrisi alami lebih ramah tubuh dan efeknya jangka panjang.

Baca Juga :  Ingin Kulit Muda dan Glowing? Cobalah Treatment Laser Glowing dari dr Tronny Astriningdyah

Sebaliknya, pihak yang memilih suplemen berargumen bahwa produk tersebut lebih fleksibel, dapat disesuaikan dengan dosis, dan tidak menimbulkan masalah bagi penderita intoleransi laktosa.

Agar kebutuhan kalsium dan vitamin D tercukupi, para ahli menyarankan kombinasi berbagai cara: menjaga pola makan seimbang, rutin beraktivitas fisik, berjemur di bawah sinar matahari pagi, serta mengonsumsi susu atau suplemen sesuai kebutuhan tubuh. (*)

Penulis : Nurwahida