Lemak trans ditemukan dalam makanan ringan kemasan, margarin, dan makanan cepat saji.
Lemak ini meningkatkan kadar kolesterol jahat atau Low-Density Lipoprotein (LDL), menurunkan kolesterol baik atau High-Density Lipoprotein (HDL), serta memicu peradangan yang kronis, kondisi yang memudahkan pertumbuhan sel kanker.
Sebuah studi dari Journal of the National Cancer Institute (2020) menunjukkan bahwa konsumsi tinggi lemak trans berkaitan erat dengan risiko lebih tinggi terkena kanker prostat dan kanker usus.
Makanan yang terlihat “biasa” dan sering kita temui di meja makan ternyata bisa berdampak besar pada kesehatan sel tubuh.
Bukan berarti harus sepenuhnya menghindari makanan-makanan di atas, tetapi penting untuk membatasi konsumsinya dan menggantinya dengan makanan sehat: sayuran, buah segar, protein nabati, dan karbohidrat kompleks.
Pola makan sehat, rutin berolahraga, cukup tidur, dan menghindari stres adalah bagian penting dari upaya pencegahan kanker sejak dini.
Tubuh kita adalah investasi jangka panjang, dan apa yang kita konsumsi hari ini akan menentukan kesehatan kita di masa depan. (*)
Penulis : Nurwahida

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.