PARAPUANG.com, Makassar – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau langsung harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Tradisional Pa’baeng-baeng, Kota Makassar, Jumat, 6 Februari 2026.
Kunjungan ini bertujuan memastikan stabilitas pasokan pangan tetap terjaga menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Bulan Suci Ramadan.
Aktivitas jual beli di pasar tradisional menjadi barometer utama kondisi ekonomi rakyat, terutama bagi pedagang kecil dan ibu rumah tangga.
Fatmawati Rusdi mengatakan bahwa komitmen pemerintah daerah untuk menjaga harga tetap terkendali agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan tanpa kekhawatiran lonjakan harga.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, terutama menjelang Ramadan. Kami ingin masyarakat beribadah dengan tenang tanpa dibebani lonjakan harga,” katanya.
Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat terus diperkuat agar distribusi pangan berjalan lancar hingga ke tingkat pasar tradisional.
Kehadiran pemerintah di lapangan dinilai penting untuk memastikan kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami hadir langsung di pasar untuk memastikan harga tetap terkendali dan distribusi berjalan baik. Pedagang, khususnya ibu-ibu, harus merasa dilindungi karena mereka adalah penggerak ekonomi rakyat,” ujarnya
Pada kesempatan tersebut, Perempuan kelahiran 9 Mei 1980 itu berdialog langsung dengan para pedagang, yang mayoritas perempuan.
Percakapan berlangsung hangat dan terbuka, mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap kondisi riil di lapangan.
Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan memastikan stok beras di Sulawesi Selatan berada pada kondisi aman.
Data Bulog menunjukkan cadangan beras di wilayah ini mencapai sekitar 500 ribu ton.
“Stok kita ada 500 ribu ton jadi aman,” ucapnya.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Pa’baeng-baeng juga disebut masih berada di bawah rata-rata nasional.
“Stabil, yang murah sekali di sini cabai,” sebutnya.
Ia merinci harga cabai keriting dan cabai merah besar berada di kisaran Rp20.000 per kilogram.
Harga daging ayam masih di bawah HET sekitar Rp33.000 per kilogram, sementara harga telur tercatat lebih rendah dibandingkan wilayah Pulau Jawa.
Selain memantau harga pangan, rombongan juga meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program tersebut dipastikan tetap berjalan selama Ramadan dengan pola distribusi yang disesuaikan.
“Ramadan akan tetap berjalan. Untuk sekolah yang siswanya berpuasa, makanan diberikan dalam bentuk kering saat pulang sekolah, seperti telur rebus, susu, roti, dan kurma,” katanya.
Wilayah dengan mayoritas penduduk tidak berpuasa seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur tetap menjalankan program MBG seperti biasa.
Penyaluran makanan di pondok pesantren disesuaikan dengan waktu berbuka puasa. (*)
Penulis : Dwi Ayu Artantiati Putri

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.