PARAPUANG.com, Makassar – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham turun langsung memantau harga dan ketersediaan pangan di Kota Makassar.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan serta mencegah lonjakan harga kebutuhan pokok saat permintaan masyarakat meningkat.

Peninjauan dilakukan di dua lokasi, yakni Pasar Terong dan Gelael Supermarket, Jumat, 13 Februari 2026.
.
Hasil pemantauan menunjukkan harga bahan pokok masih relatif stabil menjelang Ramadan, meskipun beberapa komoditas mulai mengalami kenaikan.

Pedagang mengakui lonjakan permintaan menjelang Idulfitri dapat meningkat berkali lipat, sehingga berpotensi mendorong harga naik.

Komoditas utama yang rawan kenaikan antara lain beras, daging sapi, ayam potong, telur, serta cabai.

Baca Juga :  Makassar Siap Jadi Pusat Wisata Kesehatan, Aliyah Mustika Ilham Buka Simposium IndAAC 2025

Di Pasar Terong, harga beras premium tercatat Rp 14.900 per kilogram, beras medium Rp 13.900 per kilogram, dan beras SPHP Rp 58.000 per kemasan 5 kilogram.

Harga cabai rawit mencapai Rp 55.000 per kilogram, sedangkan cabai keriting sekitar Rp 20.000 per kilogram.

Bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual Rp 35.000 per kilogram.

Daging sapi berada dikisaran Rp 125.000 per kilogram atau naik sekitar Rp5.000 dari harga normal.

Harga ayam potong juga meningkat dari Rp 55.000 menjadi Rp 65.000 per ekor untuk bobot di atas satu kilogram.

Komoditas ikan seperti tongkol, tuna, dan cakalang turut mengalami kenaikan akibat faktor cuaca yang memengaruhi hasil tangkapan nelayan.

Baca Juga :  PKK Kota Makassar Gelar Pemeriksaan HPV DNA Gratis, Upaya Cegah Kanker Serviks Sejak Dini

Meski demikian, stok pangan pokok dipastikan aman.

Aliyah Mustika Ilham mengatakan bahwa pemerintah siap menjaga pasokan selama Ramadan melalui operasi pasar dan gerakan pangan murah yang melibatkan Perum Bulog, Satgas Pangan Polri, Dinas Perdagangan serta perangkat daerah.

Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan pasar yang bersih dan nyaman agar masyarakat dapat berbelanja dengan tenang.

“Pengawasan dan evaluasi akan terus dilakukan, baik terhadap harga maupun ketersediaan. Yang terpenting, masyarakat tidak perlu panik karena stok tersedia dan pemerintah hadir melakukan pengendalian,” ujarnya.

Pemantauan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan pangan warga Makassar tetap terpenuhi hingga Idulfitri. (*)

Penulis : Ayu Fitriana

Baca Juga :  Sitti Husniah Talenrang Razia Truk Angkutan Tambang Melebihi Tonase di Pattallassang