Meskipun Ashanty terlihat fit dan semangat, tidak semua orang boleh coba prolonged fasting, ya.

Program ini harus dilakukan dengan ilmu, kesadaran dan pengawasan medis.

Jangan asal ikut-ikutan tren, karena tiap tubuh punya kebutuhan yang berbeda.

Berikut ini golongan orang-orang yang sebaiknya menghindari puasa panjang:

  • Ibu hamil dan menyusui
  • Penderita diabetes tipe 1
  • Orang dengan gangguan makan (eating disorder)
  • Mereka yang sedang dalam pengobatan tertentu
  • Anak-anak dan remaja dalam masa pertumbuhan
  • Selalu konsultasi ke dokter sebelum coba, apalagi kalau kamu punya kondisi medis tertentu.

Biar makin paham tentang puasa panjang, ini dia 5 tahap yang dialami tubuh saat prolonged fasting:

0-12 jam: Tubuh menggunakan glukosa dari makanan terakhir.

Baca Juga :  5 Cara Mengatasi Kulit Kering agar Wajah Tetap Glowing Alami Menurut dr Tronny Astriningdyah

12-24 jam: Glikogen (cadangan gula di hati) mulai habis.

24-36 jam: Tubuh mulai membakar lemak → ketosis ringan.

36-48 jam: Produksi keton meningkat, fokus dan energi bisa terasa meningkat.

48-72 jam: Autophagy maksimal (pembersihan sel rusak), tapi risiko mulai meningkat.(*)

Penulis : Penny Yuniasri