PARAPUANG.com – Pori-pori wajah bukan hanya tentang besar kecilnya ukuran yang tampak di cermin.

Lebih dari itu, jenis pori-pori ternyata bisa memberi petunjuk penting tentang kondisi kulit kita.

Menurut Dr. Tronny Astriningdyah, M.Kes (A3M), dipl. AAAM, pori-pori bisa diklasifikasikan ke dalam 3 (tiga) bentuk utama yakni; O-shaped, U-shaped, dan Y-shaped.

Owner Astri Beauty itu menyebutkan masing-masing pori memiliki ciri, penyebab, dan cara perawatan yang berbeda.

“Makanya, memahami tipe pori-pori wajah penting, untuk menentukan perawatan kulit yang tepat, terutama bagi perempuan,” katanya.

1. O-Shaped: Si Pori Besar di T-Zone

    Pori-pori jenis ini berbentuk bulat dan cenderung besar, biasanya muncul di daerah T-zone (dahi, hidung, dagu), yang memang dikenal lebih berminyak.

    Baca Juga :  5 Manfaat Daun Seledri untuk Kesehatan Perempuan, Dari Diet hingga Pencegahan Kanker

    Jenis kulit dengan pori ini biasanya berminyak dan mudah berjerawat (acne prone).

    Penyebabnya? Produksi minyak berlebih serta peradangan akibat jerawat yang menyebabkan pori-pori membesar.

    Solusinya menurut Dr. Tronny adalah dengan eksfoliasi menggunakan bahan aktif seperti AHA, BHA, atau PHA, yang dapat membantu membersihkan pori dari sel kulit mati.

    Tambahan niacinamide, clay mask, serta produk berlabel oil-free dan non-comedogenic sangat direkomendasikan.

    Penelitian oleh Kwon et al. (2021) dalam Journal of Cosmetic Dermatology menyebutkan bahwa penggunaan BHA secara rutin efektif mengurangi ukuran pori dan produksi sebum.

    2. U-Shaped: Pori Kecil pada Kulit Kering

      Pori-pori jenis ini berbentuk oval (seperti huruf U) dan biasanya lebih kecil.

      Baca Juga :  Wow…Ashanty Jalani Puasa Panjang 120 Jam, Begini Hasil dan Penjelasannya

      Umumnya dimiliki oleh pemilik kulit normal hingga kering, dan tidak mudah mengalami penyumbatan.

      Penyebab utamanya adalah kurangnya kelembapan dan dehidrasi pada kulit.

      Menurut Dr. Tronny, perawatan terbaik adalah dengan hidrasi maksimal, yakni memakai humektan seperti hyaluronic acid dan glycerin, emolien seperti lipid dan oil, serta occlusive seperti mineral oil dan silikon untuk menjaga kelembapan tetap terkunci.

      Studi Al-Niaimi & Chiang (2017) dalam jurnal Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology menunjukkan bahwa humektan bekerja optimal menjaga keseimbangan air dalam lapisan epidermis.

      3. Y-Shaped: Tanda Kulit Menua di Pipi

        Jenis pori ini berbentuk seperti tetesan air dan sering terlihat di daerah pipi.

        Kulit dengan pori ini cenderung mudah berkerut dan mulai menunjukkan tanda penuaan.

        Baca Juga :  Mau Umroh Mandiri? Ini Tantangan Terbesar bagi Jemaah Perempuan

        Penyebab utama dari Y-shaped pores adalah penurunan kolagen dan elastisitas kulit seiring bertambahnya usia.

        Untuk mengatasinya, Dr. Tronny menyarankan penggunaan retinol, peptida, vitamin C, dan hyaluronic acid yang dikenal dapat menstimulasi regenerasi kulit dan meningkatkan produksi kolagen.

        Sebuah studi oleh Mukherjee et al. (2006) dalam jurnal Clinical Interventions in Aging menyebutkan bahwa penggunaan retinol secara teratur dapat membantu memperbaiki tekstur kulit dan mengurangi ukuran pori akibat penuaan.

        Mengenali jenis pori-pori bukan sekadar estetika, tapi menjadi langkah awal memahami kebutuhan kulit kita.

        Dengan perawatan yang sesuai, kita tidak hanya memperbaiki tampilan pori, tetapi juga meningkatkan kesehatan kulit secara menyeluruh. (*)

        Penulis : Nurwahida