PARAPUANG.com – Tomat menjadi salah satu bahan makanan yang hampir selalu hadir di meja makan masyarakat Indonesia.

Manfaat makan tomat setiap hari ternyata tidak hanya menambah cita rasa masakan, tetapi juga berkontribusi besar terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan utamanya bagi perempuan.

Mulai dari salad, sup, sambal, hingga saus pasta, tomat dikenal sebagai bahan serbaguna yang mudah ditemukan.

Di balik tampilannya yang sederhana, buah berwarna merah ini menyimpan beragam nutrisi penting yang dapat membantu menjaga kesehatan jika dikonsumsi secara rutin.

Mengutip Real Simple pada 9 Juni 2026, para ahli gizi menyebut tomat sebagai makanan padat nutrisi yang mampu mendukung kesehatan jantung, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan mata, serta membantu fungsi pencernaan.

Ahli gizi terdaftar Katharine Rosenthal, RDN, menjelaskan bahwa tomat mengandung berbagai vitamin dan mineral penting seperti vitamin C, kalium, folat, serta vitamin K.

Namun, kandungan yang paling menonjol adalah likopen.

“Tomat adalah salah satu makanan paling kaya nutrisi yang bisa ditambahkan ke piring makan. Tomat mengandung vitamin C, kalium, folat, dan vitamin K, tetapi yang paling menonjol adalah likopen,” kata Rosenthal.

Baca Juga :  7 Cara Aman Mengatasi Kantung Mata Hitam agar Wajah Tampak Segar

Likopen merupakan pigmen alami yang memberi warna merah pada tomat.

Senyawa ini dikenal sebagai antioksidan kuat yang berperan membantu melawan stres oksidatif, yakni kerusakan sel yang dapat memicu berbagai penyakit kronis.

Selain likopen, tomat juga mengandung beta-karoten dan asam klorogenat.

Menurut ahli gizi Jill McNutt, MS, RDN, beta-karoten berfungsi sebagai prekursor vitamin A yang mendukung kesehatan mata dan sistem kekebalan tubuh.

Sementara asam klorogenat diketahui dapat membantu mengontrol kadar gula darah serta mendukung penurunan tekanan darah pada individu tertentu.

1. Menjaga Kesehatan Jantung

    Jantung menjadi salah satu organ yang paling merasakan manfaat dari konsumsi tomat secara rutin.

    “Jika Anda mengonsumsi tomat secara konsisten, jantung kemungkinan akan berterima kasih kepada Anda,” ujarnya.

    Likopen membantu mengurangi peradangan dan kerusakan akibat stres oksidatif.

    Kalium berperan menjaga tekanan darah tetap stabil, Vitamin K mendukung proses pembekuan darah yang normal, sedangkan likopen juga dapat membantu mengurangi oksidasi kolesterol LDL atau kolesterol jahat.

    Baca Juga :  Anti Boncos! 7 Cara Bijak Atur Dana Mudik Lebaran Versi Ria Andriany R.A

    2. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

      Kandungan antioksidan pada tomat berkontribusi dalam melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat radikal bebas.

      Perlindungan ini membantu sistem imun bekerja lebih optimal dalam menghadapi berbagai ancaman penyakit.

      Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi tomat berpotensi membantu menurunkan risiko beberapa jenis kanker, meskipun penelitian lebih lanjut masih terus dilakukan.

      3. Menjaga Kesehatan Usus

        Kesehatan saluran cerna juga mendapat manfaat dari konsumsi tomat.

        Penelitian menunjukkan bahwa tomat dapat membantu meningkatkan jumlah dan keberagaman bakteri baik di dalam usus.

        “Secara keseluruhan, tomat merupakan makanan kaya nutrisi yang dapat mendukung kesehatan jantung, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kesehatan usus,” kata McNutt.

        Usus yang sehat tidak hanya berpengaruh pada pencernaan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh dan kualitas hidup sehari-hari.

        4. Mendukung Kesehatan Mata dan Jaringan Tubuh

          Beta-karoten yang terkandung dalam tomat berfungsi sebagai sumber vitamin A yang penting untuk menjaga kesehatan penglihatan.

          Baca Juga :  7 Manfaat Kombucha untuk Kesehatan Perempuan, Dari Usus hingga Gula Darah

          Nutrisi ini membantu mata tetap berfungsi optimal, terutama seiring bertambahnya usia.

          Folat yang terdapat dalam tomat juga berperan dalam mendukung pembentukan sel serta menjaga kesehatan jaringan tubuh.

          Siapa yang Perlu Membatasi Konsumsi Tomat?

          Meski aman dikonsumsi oleh sebagian besar orang, tomat tidak selalu cocok untuk semua kondisi kesehatan.

          Rosenthal menjelaskan bahwa sifat asam pada tomat dapat memicu keluhan pada penderita refluks asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

          “Jika Anda menyukai tomat tetapi merasakan sensasi terbakar atau tidak nyaman, cobalah mengurangi konsumsinya atau perhatikan apakah tomat mentah atau tomat matang yang menjadi pemicunya,” kata Rosenthal.

          Sebagian kecil penderita penyakit autoimun tertentu juga melaporkan gejala peradangan atau nyeri sendi yang memburuk setelah mengonsumsi tomat.

          Kondisi ini diduga berkaitan dengan kandungan alkaloid alami pada kelompok tanaman nightshade, termasuk tomat.

          Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa tomat tetap merupakan makanan sehat dan aman bagi mayoritas masyarakat. (*)

          PENULIS : Dwi Ayu Artantiati Putri